Ngayogjazz 2021: Dikonsep Hybrid, Pengunjung Offline Dibatasi 1.000 Orang  

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com– Memasuki tahun ke-15 perhelatan musik Ngayogjazz selalu memberi ide-ide nyeleneh sesusai dengan ciri khasnya. Kali ini mengusung tagline “Tetep Ngejazz Lan Waspada” yang bermakna harus selalu waspada karena kita belum benar-benar lepas dari virus Covid-19.
Tim Ngayogjazz kembali menjatuhkan pilihan ke Dusun Karang Tanjung Pandowoharjo Ngaglik Sleman, yang bertindak sebagai tuan rumah perhelatan musik tahunan ini. Karang Tanjung merupakan desa wisata yang berbasis kampung iklim. Masyarakatnya memiliki kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup.
Hal ini terlihat dari program yang dimiliki oleh desa ini bertajuk “Program Kampung Iklim”. Selain itu banyak pula potensi budaya yang bisa dieksplor lebih jauh seperti Bregada, Jatilan Edan-edanan, dan Cokekan, serta potensi UMKM yang beragam.
Dalam acara Temu Media yang digelar di Alana Convention Center, Senin (15/11/2021) Butet Kertarajasa sebagai pepunden Ngayogjazz melalui Zoom menegaskan,  Ngayogjazz bukan sekedar panggung entertainment, melainkan peristiwa cara merawat kebudayaan.
“Ngayogjazz merupakan tradisi turun temurun yang wajib dilestarikan, bagaimana awalnya perjuangan almarhum Djaduk Ferianto untuk mengenalkan Jazz kepada masyarakat awam, hingga akhirnya kini bisa diterima di semua kalangan,” ujar Butet yang tengah dalam kondisi pemulihan kesehatan.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menuturkan dengan dihelatnya Ngayogjazz secara hybrid jangan sampai menimbulkan permasalahan baru. Oleh karena itu dengan adanya regristrasi melalui aplikasi Visitingjogja akan membantu untuk memantau pengunjung dan melakukan pembatasan sejumlah 1000 penonton offline.
“Dengan  menggunakan platform ini bisa membatasi jumlah pengunjung, sehingga kita semua nyaman, panitia nyaman, petugas Covid nyaman, dan penontonnya juga nyaman,” tutur Singgih Raharjo.

BERITA REKOMENDASI