Om Wawes “Collabs” Bareng YK Brass Ensemble, Bawa Dangdut Naik Kelas

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Band indie bergenre Dangdut asal Yogyakarta, Om Wawes meluncurkan single baru berjudul Dinggo Bukti, Selasa (7/5/2019). Menggandeng grup YK Brass Ensemble, Om Wawes berhasil menaikkan Dangdut ke kelas yang lebih tinggi.

Om Wawes yang digawangi Dhyen Ganjar P (vocal), Toney Kurniawan (Drum), Widyo Agung P (Keyboard), David Louis (Ketipung) dan Bayu Garnida (Gitar) selama ini produktif berkarya di genre dangdut. Tercatat lagu-lagu macam Sayang, Koe Lungo, Kesel Mikir, AJKS, Ilang Roso, Kebacut Tresno, Tetep Neng Ati, Keno Godho, Kembang Lambe, Penak Konco (ft GuyonWaton) menjadi booming dan dinyanyikan generasi milenial dewasa ini.

Kepada KRjogja.com, sang vokalis Dhyen mengungkap di single ke-11 “Dinggo Bukti” yang resmi dikeluarkan hari ini, Om Wawes sengaja membuat sesuatu berbeda daripada sebelumnya. “Kami sepakat untuk menggabungkan beberapa genre yang berbeda di lagu ini dan kami sengaja membebaskan semua personil untuk berekspresi dengan idealisme masing-masing. Ya bisa di bilang lagu ini kita kita keluar dari pasar dan mencoba musik yang baru di dangdut,” ungkapnya. 

Keputusan menggandeng YK Brass Ensemble menurut Dhyen juga bukan tanpa alasan kuat. Grup alat musik tiup logam tersebut selama ini banyak memainkan genre jazz hingga latin dan menanggapi positif tantangan menggarap musik dangdut. 

“Mereka seperti tertantang, mengeksplore musik dangdut dan kami sangat senang karena kemudian bisa berkolaborasi bersama. Proses kami jalani dan hari ini akhirnya resmi dirilis ke publik melalui canel resmi Youtube Om Wawes,” ungkapnya lagi. 

Lagu Dinggo Bukti ditulis Tony Kurniawan yang menceritakan kisah sakit hati tentang bagaimana sebuah kerja keras tak dihargai pasangan dan malah berbuntut curiga. Lirik berbahasa Jawa tetap konsisten dibawakan meski secara musikalisasi lagu tersebut terkesan naik kelas dengan iringan musik bak orkestra kelas dunia. 

“Kami ingin tunjukkan bahwa dangdut itu bukan musik pinggiran, namun bisa dikembangkan dengan musik apapun. Mudah-mudahan bisa mendapat tempat di kalangan pecinta musik dimanapun berada,” sambung Dhyen. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI