Paduan Suara Asuhan Purwacaraka Unjuk Gigi di Amerika

PULUHAN putra-putri Indonesia mencatat prestasi yang membanggakan di New York City, Amerika Serikat. Anak-anak dan remaja yang tergabung dalam Purwa Caraka Music Studio (PCMS) Children Choir itu tampil di gedung pertunjukan Carnegie Hall pada 17 Juni lalu, sebagai bagian dari konser Distinguished Concerts International New York (DCINY).

Paduan suara anak itu tampil penuh percaya diri di hadapan hampir tiga ribu penonton.

Ketika ditemui VOA usai pertunjukkan, para peserta paduan suara tidak bisa menyembunyikan kelegaan dan kebahagiaan mereka. "Senang banget!", seru salah satu anggota bernama Caitlyn yang dikutip Minggu (2/7/2017).

Carnegie Hall New York adalah salah satu gedung pertunjukan bergengsi di dunia. Berdiri sejak tahun 1891 dan telah menampilkan berbagai orkestra dan musisi ternama dunia.

Seorang anggota PCMS, Angel, mengatakan "Jadi Carnegie Hall itu terkenal banget di New York, rasanya beberapa artis mungkin belum pernah (tampil di Carnegie Hall) tapi kita sudah merasakan…. seperti magic," ujarnya.

Bagi banyak peserta, termasuk Reza, penampilan ini adalah pengalaman berharga yang tak terlupakan.

"Pertama senang banget, meskipun mungkin pada prosesnya ada masalah susah menghafalkan lagu, terus merasa capek juga, cuma overall senang banget dengan hasilnya. Ini pertama kalinya kita tampil di tempat yang bagus banget, apalagi di Amerika dan penontonnya beragam, bukan hanya penonton Indonesia."

Konser yang dipimpin konduktor internasional Maria Guinand ini, membawakan komposisi baru karya Alberto Grau berjudul "La Avispa Brava" yang berdurasi 22 menit bersama lima paduan suara lain dari AS. Tampil berbusana nasional, putra-putri Indonesia yang berusia antara 9-18 tahun ini mencuri perhatian penonton dan mendapat pujian dari konduktor.

"Bagi saya, paduan suara anak-anak Purwa Caraka sangat menyenangkan dan mengejutkan. Saya sangat terkesan. Mereka sangat siap dan terlatih, sangat antusias terhadap musik, dan juga sangat menghormati orang lain," kata Guinand.

Sambutan positif juga datang dari pihak penyelenggara Distinguished Concerts International New York (DCINY).

Jonathan Griffith selaku penggagas yang juga Direktur Artistik dan Konduktor Utama DCINY mengatakan kepada VOA mengatakan, "Beberapa anggota paduan suara Purwa Caraka terpilih sebagai penyanyi solo dalam konser ini. Saya berbicara dengan konduktor Maria Guinand dan dia mengatakan paduan suara persiapannya sangat matang, hafal semua lagu dan berlatih dengan tekun."

Menuai Pujian

Tidak hanya dari segi musikal, kelompok paduan suara Indonesia itu juga menuai pujian karena supel. "Saya ingat waktu hari pertama gladi resik, mereka sangat ramah dan menyapa semua orang. Meski dari budaya berbeda tapi tetap bisa berbaur dan menonjol," kata Iris Derke, penggagas dan Direktur Umum DCINY.

Ke-23 anggota paduan suara ini datang ke AS didampingi Purwa Caraka, staf PCMS dan orang tua.

Musisi Purwacaraka mengaku sangat bangga pada penampilan anak-anak asuhannya. Komposer ternama ini mengatakan bahwa persiapannya telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya.

"Kita melakukan audisi sangat ketat untuk mereka, dari mulai pendengaran, kemampuan baca not, lalu pitchnya sendiri, kualitas suaranya, karena kita harus cari yang kira-kira sama," kata Purwacaraka kepada VOA.

Menurut instruktur PCMS, Jessica Fedora Amadea, setelah para anggotanya terpilih, prosesnya dilanjutkan dengan latihan yang intensif.

"Karena bekerja dengan anak-anak, jadi pasti harus sabar, terus dibawa fun aja dan perlu strategi-strategi untuk menggarap lagunya. Karena lagunya dalam bahasa Spanyol. Jadi mesti dibuat fun untuk mereka supaya lebih cepat menangkapnya.”

Dari kota New York, mereka berkunjung ke ibu kota AS, Washington DC, di mana mereka tampil dalam sebuah acara di Kedutaan Besar Republik Indonesia.(*)

BERITA REKOMENDASI