Pasar Keroncong Kotagede, Sarana Melestarikan Budaya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pasar Keroncong Kotagede yang digelar di seputaran pasar Kotagede, Minggu (16/12/2018) berlangsung meriah. Pasar Keroncong Kotagede tahun ini memasuki tahun yang ke 4, dengan 3 panggung yang menjadi sarana penampilan sejumlah orkes keroncong. Ketiga panggung tersebut adalah Panggung Loring Pasar Kotagede, Panggung Sopingen, dan Panggung Kajengan serta menampilkan 14 orkes keroncong dari berbagai daerah.  

Menurut M Natsir selaku kurator acara Pasar Keroncong Kotagede, musik keroncong merupakan suatu warisan budaya yang mesti dijaga dan dilestarikan. Juga menjadi sebuah ajang bertemu dan silaturahmi pelaku keroncong maupun penikmat keroncong.

“Selama ini musik keroncong tidak banyak diperhatikan dan kurang perhatian, kita sadar musik keroncong ini merupakan sebuah warisan budaya bangsa. Kita melihat regenerasi musik keroncong saat ini sudah berkurang. Berangkat dari kesadaran ini kita mencoba untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya ini. Dengan diadakannya acara Pasar Keroncong Kotagede kita mencoba untuk membuka peluang sebagai ajang bertemu dan silaturahmi pelaku keroncong maupun penikmat keroncong dari berbagai daerah,” ujarnya kepada KRJOGJA.com.

Tahun ini Pasar Keroncong Kotagede menampilkan seorang maestro musik keroncong asal Kotagede, yakni Subarjo HS. Subarjo HS seorang maestro keroncong yang telah berulangkali menyabet penghargaan sebagai penyanyi keroncong tingkat nasional bahkan mendunia. Dalam penampilannya Subarjo HS diiringi oleh pemain-pemain dari anak-anak SD Muhamadiyah.  

Dalam penyelenggaran Pasar Keroncong Kotagede 2018 tidak hanya menyuguhkan penampilan dari sejumlah orkes keroncong saja. Tetapi didalam acara ini terdapat pasar kuliner dan pasar jajanan jaman dulu yang disuguhkan untuk para pengunjung Pasar Keroncong Kotagede. Pasar didesain meyerupai warung-warung tempo dulu serta terdapat bebagai macam jajanan lawas.

Natsir menambahkan meski sempat diguyur hujan pada acara Pasar Keroncong Kotagede namun tidak menjadi kendala bagi panitia untuk menyelenggarakan acara dan tidak menyurutkan semangat pengunjung untuk mengurungkan niatnya untuk menonton. Dengan diadakannya Pasar Keroncong Kotagede dia berharap akan muncul kelompok-kelompok musik keroncong baru.

“Tadi meski sempat hujan tetapi bukan menjadi kendala bagi kami, hujan tidak hujan kami tetap siap karena kita sadar ini dibulan desember yang mana musim penghujan. Meskipun hujan tapi tetap saja para penonton sangat antusias untuk datang kesini. Kita berharap setelah acara ini muncul kelompok-kelompok keroncong baru, dan yang penting bukan hanya muncul kelompok keroncong yang baru tetapi jenis aransemen musik keroncong yang baru,” tuturnya.(Rizki Oktavian/UIN)

BERITA REKOMENDASI