Pasar Malam Sekaten Menghilang, Diar Sahudi Rilis Video Klip

MOMEN ditiadakannya pasar malam Sekaten pada tahun ini mendorong Diar Sahudi untuk merilis video klip lagu ‘The World is Made For Us Not to be Alone’ lebih awal. Lagu yang termuat dalam album ‘Rediscovered’ ini aransemen musiknya dikemas dengan bayangan visual pada pasar malam Sekaten Yogya. Pada pertengahan lagu dibalut dengan hadirnya Defile Bregodo Prajurit Rakyat dengan suara drum bandnya.

Menurut Diar, pada video klip ini sebenarnya masih banyak adegan yang ingin divisualkan sesuai gambaran lagu tersebut.  "Tapi karena momen ditiadakannya pasar malam Sekaten pada tahun ini mendorong saya untuk merilis video klip ini lebih awal walaupun sebenarnya belum selesai,” ujar Diar, dalam siaran pers yang dikirim ke Redaksi belum lama ini.

Selama 20 tahun (1998 sampai 2018) bermusik, Diar Sahudi merangkum karya terbaiknya dalam album 'Rediscovered'. Ada 10  lagu di album ini, salah satunya adalah ‘The World is Made For Us Not to be Alone’. Lagu ini  pada tahun 2014 pernah diaransemen bersama Holybeer dkk (Diar Sahudi, Sandy Situmorang, Agus Suwage dan Enin Supriyanto). Lahir dari petikan Ukulele dan Kazoo. 

Lagu ini menggambarkan kerinduan masa lalu. Seorang bocah di bangku sekolah dasar untuk pertama kalinya diajak oleh orang tuanya pada sebuah pasar malam. Tentu saja banyak hal baru bagi anak tersebut yang pada akhirnya membawa keceriaan yang begitu membekas di dalam ingatan sang bocah.

Untuk lirik lagu pada bagian chorus ditulis oleh Sandy Situmorang. Mungkin Sandy ingin menyampaikan bahwa kita adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu masing-masing kita memiliki karakter unik dan berbeda. Tetapi sebagai makhluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri.

Musisi kelahiran Dabo Singkep, Riau 2 April 1976 ini mulai menulis lagu pada awal 1990an, sebelumnya Diar telah merilis beberapa album dan single bersama beberapa band; Trasher, The Lonely Hearts Club Band, Dewalrus, Holybeer dkk, dan Pemboeroe Tjinta.

Album 'Rediscovered' banyak melibatkan musisi-musisi dari Yogyakarta seperti, Jaka Prasetya, Toto Nugroho, Cipi Prasetya, Yudhi Swantoro, Kasinungan Hanggarjito, Hasanudin, Hary Goro, Danny Eriawan, Kiki Mirano, CalseyTory, Bergas Iswara dan Tami Noviaridha.

Album ini direkam secara live di Riverside Music Studio, Yogyakarta pada 19 Februari 2018. Sampul albumnya dikerjakan sendiri oleh Diar Sahudi, sementara ilustrasi sampul oleh Arya Sukma. Album yang diproduksi oleh DF Music dan Diar Sahudi ini telah diedarkan dalam bentuk CD dan digital.(*)

BERITA REKOMENDASI