Perjalanan Karier Didi Kempot dari Pengamen Jalanan Sampai The Godfather of Broken Heart

SEJAK namanya kembali melambung di tahun 2019, lagu Didi Kempot kini tidak hanya digemari oleh orang-orang tua saja. Tidak sedikit anak-anak muda Indonesia yang kini mendengarkan lagunya. Bahkan, juga memiliki fanbase anak muda yang cukup besar dan solid, yaitu Sobat Ambyar.

Sobat Ambyar juga menganugerahi Didi Kempot dengan gelar The Godfather of Broken Heart karena lagu-lagunya yang kerap mengisahkan tentang patah hati dan cinta. Didi Kempot juga banjir undangan untuk tampil tidak hanya di daerah, tapi juga tempat-tempat strategis di Jakarta. Lebih dari tiga dekade Didi Kempot telah berkarier, bagaimana sepak terjangnya? Berikut kutipan dari beberapa sumber :

1. Berawal dari pengamen jalanan

Puluhan tahun sebelum dianugerahi gelar Bapak Loro Ati Nasional, Didi mengawali kariernya sebagai musisi jalanan. Pada waktu itu, ia tergabung dalam grup Kelompok Pengamen Trotoar dan mengamen dari trotoar ke trotoar. Bila disingkat, namanya menjadi ‘Kempot’ dan nama itulah yang kemudian menjadi nama panggung Didi hingga sekarang. Setelah 2 tahun, Didi dan teman-temannya mengadu nasib dengan pergi ke Jakarta untuk masuk ke dapur rekaman.

2. Royalti kecil

Sepanjang perjalanan kariernya, Didi telah menulis ratusan lagu. Banyak lagu-lagunya yang kemudian menjadi hits. Namun, royalti yang ia dapatkan tidak besar. Hal ini karena sistem pemberian royalti di industri musik Indonesia pada waktu itu masih sangat kecil. Pada tahun 2017, Didi sempat mengungkapkan bahwa ia belum menikmati hasil dari yang telah ia kerjakan.

BERITA REKOMENDASI