Perkenalkan, Sesawi Sesawo Orkestra dari Gereja St Jacobus Bantul

Menurut Purwanti, itu membuat Kari Hartoyo prihatin dengan kondisi ini. Lalu mengajak orangtua Sesawi untuk membentuk grup orkestra orangtua. Pesertanya siapapun boleh, dari nol yang tidak tahu apapun tentang biola.

Grup ini disetujui dan didukung orangtua Sesawi dan pentas perdana pada misa Paskah 2019 dengan latihan dua bulan ternyata berhasil mengiringi 11 lagu. Lalu diberi nama Sesawo singkatan dari Sesawi Tuwa. Pentas hanya untuk lingkungan gereja saja.

Menurut Purwanti pelatih Sesawo awalnya hanya Kari Hartoyo. Namun karena banyaknya peserta, dibuat dua suara maka lalu dibantu oleh Mutiara Dewi dan Gregoria. Mereka berdua mantan Sesawi yang kuliah di Institut Seni Indonesia Yogyakarta Pentasnya antara lain mengiringi misa Paskah, Natal, ulang tahun Gereja St. Yakobus Bantul. Peringatan 17 Agustus untuk kerukunan semua umat beragama.

Christina Sri Purwanti menyebutkan semua berangkat dari orang yang tidak tahu musik sama sekali, khususnya biola. Pertemuan pertama hanya disuruh bawa biola anaknya, terus mengenal biola dan alat geseknya. Terus disuruh gesek senar 1 (paling bawah) sampai bunyi bening. Pertemuan kedua sudah bisa lagu ‘Kisah Penciptaan’ karena notnya hanya 5, 6, 7, 1, 2. Hanya satu senar posisi jari 0 sampai 4. Tetapi baik Sesawi maupun Sesawo juga memainkan lagu-lagu umum. (Warisman)

BERITA REKOMENDASI