Polka Wars, Personilnya Mulai Karyawan Travel Hingga Lulusan ITB

POLKA Wars, yang memaknai dirinya sebagai band yang mengusung romansa kehidupan punya keyakinan bahwa hidup bukan soal mencari materi semata. Rezeki dan popularitas menurut Polka Wars akan mengalir dan datang dengan sendirinya sepanjang band tersebut memberi nilai-nilai positif bagi sesama.

Seiring dengan waktu dan pengalaman yang didapat, Polka Wars pada akhirnya merilis lagu dan album. Beberapa lagu yang populer dari Polka Wars diantaranya Mokelé dan Horse's Hooves Hooves. Lagu-lagu yang dibuat oleh Polka Wars bukan hanya kaya akan instrumen dan kombinasi dentuman musik, namun juga nilai-nilai yang coba disampaikan.

Misalnya dalam lagu Horse's Hooves, Polka Wars memiliki pesan unik. Band tersebut ingin menekankan bahwa manusia sejak kecil wajib peduli dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu ketika kita sukses nanti, diharapkan tidak akan lupa dari mana kita berasal dan akan berpulang suatu saat nanti. "Kacang tidak lupa kulit lah," pungkas Dega.

Penyampaian pesan inilah yang menjadi poin penting dari karir dan tujuan Polka Wars bermain musik. Band tersebut tidak ingin hanya sekedar mencari uang maupun menyalurkan hobi semata. Rezeki dan popularitas menurut Polka Wars akan mengalir dan datang dengan sendirinya sepanjang band tersebut memberi nilai-nilai positif bagi sesama. “Kalau kita sih bikinnya idealis, jualnya kapitalis," ungkap Dega.

Beberapa personel Polka Wars harus membagi waktu antara kesibukan bermusik, belajar, dan bekerja. Billy misalnya, dirinya sengaja bekerja di jasa travel dan biro haji umroh untuk menambah tabungan membeli efek gitar yang lebih baik.

Deva yang lulusan Sekolah Bisnis Manajemen ITB membagi waktu dengan menjadi juri kompetisi ajang pencarian bakat menyanyi. Sedangkan Aeng yang hingga 2014 masih berkuliah di Teknik Kimia UI harus berjibaku menyelesaikan skripsi sembari bermusik dan aktif dalam kompetisi lomba debat. Tercatat Aeng pada tahun 2011 pernah menjuarai lomba debat Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM). "Jalan saja," ungkap mereka dengan serentak

Tantangan demi tantangan dalam dunia musik terus dihadapi Polka Wars dengan penuh semangat. Keterbatasan finansial pada awal-awal pendirian band membuat Polka Wars harus memanfaatkan fasilitas sewa studio musik dengan se efisien mungkin. "Maklum kita masih kere, sempat kepingin rekaman di rumah saja, tapi nanti tidak serius dan hasil kurang maksimal," ungkap Deva.

Kedepan Polka Wars berharap dapat terus menyalurkan nilai-nilai kebaikan melalui lantunan lagunya. "Itu tujuan mulia jangka panjang, tujuan jangka pendek kita ingin makan di angkringan mas. Mumpung baru kedua kalinya kita di Jogja," ungkap Aeng yang setelah pagelaran berakhir langsung pergi bersama dengan personel band lainnya untuk menikmati susu jahe hangat di angkringan depan Kedaulatan Rakyat. (Ilham Dary/ Kurnia Putri Utomo)

 

BERITA REKOMENDASI