Prambanan Jazz Virtual Festival, Bersemi di tengah Pandemi

Editor: Ary B Prass

Lanjut di hari kedua, Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 dibuka oleh Floo yang juga merupakan salah satu pemenang kompetisi Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021. Lalu dilanjutkan oleh Yura Yunita yang menjadi penampil kedelapan. Dengan penampilan yang sangan “fun”, solois asal Bandung ini berhasil menghadirkan suasana sore hari di Candi Prambanan menjadi semakin meriah.

Berganti malam hari, Letto menjadi penampil kesembilan. Dengan pembawaan yang bersahaja, Letto berhasil membuat ritme Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 menjadi cukup dingin. Beberapa kali, Noe sang vokalis juga menyampaikan pesan untuk tetap semangat menghadapi pandemi dan berharap bisa segera mengucapkan selamat tinggal untuk virus corona.

Penampilan kesepuluh, ada Swingayogya band pendatang baru yang diprakarsai oleh KPH Notonegoro bersama musisi Joko “lemazh” Suprayitno dan Agung Prasetyo. Aransemen lagu-lagu dari A.Usman, Ismail Marzuki, dan Lilis Suyani berhasil mereka kemas dengan baik.

Setelah itu, ada Ardhito Pramono yang menjadi penampil kesebelas. Dengan musik yang jazzy, Ardhito berhasil menaikkan ritme Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 menjadi energik. Sampai di penghujung, akhirnya Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 ditutup oleh penampilan dari Tulus, yang selalu tampil dengan baik, dan mampu menyatu dengan kemegahan Candi Prambanan.

Dalam tayangan kali ini, Prambanan Jazz juga turut menayangkan perjalanan dan rangkuman kilas balik  dari tahun ke tahun penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival yang pertama kali digelar pada tahun 2015 oleh Rajawali Indonesia (Promotor).

“Ini adalah kerja besar yang solid, semangat penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival tetap harus dihidupkan dan semoga penyelenggaraan ini menjadi virus positif ditengah-tengah adanya virus corona. Api passion terus tetap terjaga dan jangan sampai padam” ujar Anas Syahrul Alimi, CEO Prambanan Jazz Festival.

Selama berjalannya proses produksi pada venue Panggung Terbuka Ramayana Ballet. Protokol kesehatan berbasis CHSE seperti, prosedur wajib antigen sebelum memasuki area venue menjadi salah satu syarat bagi seluruh artis dan kru yang bertugas dalam gelaran tahun ini. Satuan Gugus Tugas juga turut hadir dan memantau berjalannya acara.

 

BERITA REKOMENDASI