Proyek Solo Zuhdi Sang Angkat Fragmen Sosial

VOKALIS  band mental Fadhalius dan Jazz Etnik Jatiraga, Zuhdi Sang, tampaknya tidak main-main dengan proyek solonya yang sudah digarap beberapa tahun lalu. 

Lima lagu dibawakan dalam gelaran mini konser Kontrapung di Warung Kopi Lidah Ibu, Sabtu (27/5) malam kemarin. Di tengah pertunjukkan, vokalis bertimbre unik ini mengisahkan proses perngaryaan, dari aransemen dan lirik yang dibuatnya dengan ukulele.

"Saya selalu memosisikan diri ada dalam peristiwa atau fragmen sosial yang saya tangkap kemudian saya bikin lagu. Misalnya tentang kebakaran hutan, saya harus tahu soal kejadian sebenarnya, Saya tidak ingin membuat lagu dari peristiwa sosial di mana terpisah dari peristiwa yang ada," beber Zuhdi.

Lagu-lagu seperti 'Musim Bunga yang Terbakar' misalnya diciptakan melalui proses panjang di mana Zuhdi harus ke Papua merasakan keresahan pepohonan dan binatang terhadap hutan yang kian menyempit. Lalu lagu "Misbah" mengisahkan kehidupan nelayan di Nusa Tenggara yang berinteraksi dengan Zudhi. 

"Menurut saya, keresahan-keresahan itu paling gampang saya suarakan lewat lagu. Saya bisa saja menyuarakannya lewat media seni lain, tapi untuk yang paling susah dikeluarkan, lagu buat saya jadi satu-satunya jalan," sambungnya.

Dua band yang selama ini membesar bersama Zudhi memberikan pengaruh dengan porsi yang berbeda di proyek solonya. Fadhalius contohnya. Band metal ini mengajarkan pada Zuhdi keberanian untuk berteriak. Sementara Jatiraga memberikan pengaruh pada pemilihan  accord. (Dez)

BERITA REKOMENDASI