Regenerasi di Komunitas Reggae

DUNIA musik reggae di Yogya sedang langsam. Datar-datar saja. Belum ada lagi gebrakan pentas akbar seperti beberapa tahun lalu. Geliat pentas band-band bernafaskan musik asal Jamaika tersebut juga belum kembali pada performa terbaik mereka.

"Event regulernya lagi sepi. Tapi di beberapa kafe ada teman-teman yang bisa ngamen reguleran meski jumlahnya tidak banyak," ucap tokoh reggae Yogyakarta yang pernah menjabat Ketua Indonesian Reggae Community (IRC) Sukrisnanto kepada KRjogja.com, Jumat (16/09/2016).

Meski begitu menurut pria yang akrab disapa Christo ini grup reggae masih dipercaya tampil di sejumlah acara kendati skalanya kecil. Kondisi ini juga dipengaruhi adanya geliat regenerasi di tubuh komunitas reggae Yogya yang mulai menunjukkan tren makin meningkat. "Memang untuk reggae regenerasinya tidak bisa cepat. Sebab untuk masuk ke dunia reggae juga tidak semua mau dan mampu. Karena itulah untuk regenerasi agak sedikit tersendat meski saat ini situasinya mulai menggembirakan," jelasnya.

Dijelaskan Christo tidak mudah untuk band atau seseorang memutuskan masuk dunia reggae. Pandangan minor sebagian masyarakat terhadap komunitas yang banyak didominasi orang berambut gimbal ini masih cukup kental. (R-7)

BERITA REKOMENDASI