Rein Popcapella Berdakwah Lewat Musik

Editor: KRjogja/Gus

GENERASI muda butuh alternatif penyaluran bakat dan kemampuan agar lebih baik. Jika memang memungkinkan, alternatif tersebut bernuansa keislaman karena sekaligus upaya membina mental serta karakter. Apalagi jika menilik banyak bakat dan kemampuan yang lantas disalahgunakan dan disalurkan ke jalan yang tidak tepat.

Karena itulah, pilihan sejumlah anak muda yang akhirnya memilih terjun di kancah musik nasyid sangat tepat. Mereka dapat menemukan jati dirinya di kancah musik Islami melalui lagu-lagu yang dikemas pop acapela melalui grup nasyid bernama Rein Popcapella.

"Menurut kami, tiap bakat yang dimiliki anak muda harus dimaksimalkan dengan baik dan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Makin baik jika bakat tersebut mampu bermanfaat untuk dakwah yang lebih luas," tutur salah satu personil, Muhammad Dzaki kepada KR, Senin (27/6).

Potensi itu yang ternyata disadari Muhammad Dzaki, Aden Bagas, Ilyas Maulana, Reinaldy Agung, Marga Edi, Rizqi Ananda dan Imam Faisal ada dalam diri mereka sehingga memutuskan berdakwah lewat musik. Meski sebenarnya, ketujuh anak muda ini sangat menggandrungi dunia musik beragam genre.

Ternyata pilihan tersebut tidak meleset. Dalam perjalanannya sejak terbentuk Juli 2012, Rein Popcapella cukup eksis di kalangan pelajar dan anak muda seputaran Yogyakarta. Masjid Mujahidin yang berada di kompleks SMK Negeri 2 Depok Sleman menjadi markas mereka.

Grup nasyid ini berawal dari sekumpulan pelajar yang tergabung dalam organisasi rohis sekolah. Mereka memiliki tujuan sama, ingin berdakwah dengan cara mereka sendiri. Akhirnya dipilih jalur musik. Kendati belum merilis single ataupun album, namun grup ini bertekad akan membuat banyak karya yang nantinya dapat membantu mempermudah kaum muda mengenal agama mereka sendiri.

"Selain itu juga dapat memberi alternatif hiburan yang lebih baik dengan musik positif," lanjut Dzaki.

Meski masih minim karya, tapi di sisi lain Rein Popcapella sendiri sudah banyak meraih prestasi. Paling membanggakan ketika bisa menjadi Juara Harapan I Festival Nasyid terbesar se-DIY yang juga diikuti peserta dari seluruh Indonesia. (M-5)

 

 

BERITA REKOMENDASI