‘Resist Insist’ Tandai 24 Tahun Kiprah Black Boots di Skena Punk

HAMPIR seperempat abad berkiprah di blantika musik punk tentu bukan perkara mudah. Tapi itu dilakukan Black Boots, kelompok punk asal Yogyakarta yang Rabu (7/4/2021) lalu merilis mini album “Resist Insist” di Asmara Art & Coffee. Kemunculan album “Resist Insist” yang digarap 3 personil: Aris Manyul (vokal, gitar), Budi Bodhonk (drum) dan Wahyu Sutik Jatmiko (bass) ini merupakan statement konsistensi Black Boots dalam musik punk.

Black Boots sendiri mempunyai kesepakatan untuk tidak pernah bubar atau menyurutkan energi walaupun personilnya sempat berganti maupun berpindah-pindah tinggalnya. “Kami terbebaskan berkembang dalam berseni rupa, bermain musik dan bekerja. Bermain musik bagi kami adalah persahabatan tanpa batas untuk menyuarakan ide-ide kritis dimana kita hidup dan tinggal bersama bermasyarakat. Kita manusia sosial yang setiap harinya bertemu dengan manusia lain, lingkungan hidup dan binatang – binatang. Kita manusia yang mempunyai kebutuhan untuk menjaga hidup harmoni bersama di dunia ini. Tapi kenyataannya?” papar Aris Manyul yang kini tinggal di Australia mewakili para personil Black Boots.

Mini album yang dirilis oleh Gimme Gimme ini diproduksi dalam format kaset yang dicetak hanya 100 pieces dengan hand numbered. Terbagi menjadi dua pilihan yaitu Special Bundle yang berwujud kotak eksklusif berisi cassette tape, t-shirt, patch, dan pin yang bisa didapatkan melalui akun digital Gimme Gimme baik website maupun Instagram.

BERITA REKOMENDASI