Rubah di Selatan Rmaikan Festival Folk Besar

UNIT Etnik Folk Yogyakarta, Rubah di Selatan, diundang main ke dua festival Folk besar di Surabaya dan Bandung. Kedua festival itu pun menjadikan band yang diperkuat Malinda (vokal), Ronie Udara (perkusi), Gilang (gitar), dan Adnan (kibor) sebagai headline.

Mereka akan memanfaatkan dua festival besar itu untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Yogyakarta.

"Ini kesempatan baik bagi kami untuk memperkenalkan band-band Indie Yogyakarta lainnya di sana dan juga pandangan kami terhadap lingkungan dan fenomena alam. Juga soal kekayaan alam Yogya, sejarah, dan kebudayaan di sini. Musik adalah cara yang baik untuk mengampanyekan itu," kata Ronie ketika ngobrol santai.

Festival di Surabaya digelar 17 April sementara 'Hey Folks' Bandung digelar 29-30 April 2017. Mereka akan satu panggung bersama band-band seluruh Indonesia macam Ruang Layang, Wake Up Iris, Piring Keju, Tiga Segara, Coldiac, Layung Temaram, dan banyak lagi yang lainnya. Di momen-momen seperti inilah menurut Ronie misi mereka memperkenalkan keragaman budaya Indonesia, alam, lingkungan, dan kekayaan musik para band Yogya tepat dilakukan.

"Kami akan membawakan lagu-lagu seperti 'Mata Air Mata' dan 'Merapi Tak Pernah Ingkar Janji' di festival itu. Keduanya punya kisah erat dengan Yogyakarta. Jadi, kami ke sana tidak hanya membawa nama band pribadi, tapi juga Yogyakarta," sambung Ronie.

"Mata Air Mata" adalah salah satu OST film "Kanal Yoshiro". Lagu itu berkisah tentang sejarah pembangunan Kanal Yoshiro atau Selokan Mataram yang dilakukan Sultan Hamengku Buwono (HB) IX untuk menyelematkan rakyat dari kerja paksa di masa kependudukan Jepang. (Des)

BERITA REKOMENDASI