Sal Priadi dan Endank Soekamti Ungkap Rahasia Bangkit dari Kegagalan Ikut Festival

YOGYA, KRJOGJA.com – Seniman musik tanah air yang sedang digandrungi yakni Sal Priadi dan Endank Soekamti bakal menjadi penampil dalam acara puncak Grand Final Pucuk Cool Jam 2020 di lapangan parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (1/2/2020) nanti. Meski sudah menapaki jalur sukses, namun siapa sangka musisi-musisi kreatif tanah air tersebut sempat terpuruk dalam perjalanan karier bermusiknya.

Sal misalnya, mengaku pernah tak lolos ajang pencarian bakat dan diminta pergi begitu saja lantaran dinilai tak sesuai kriteria. “Saya kira masuk saat itu karena dapat kertas, tapi ternyata malah diarahkan ke lorong yang ujungnya pintu keluar, yasudah tidak lolos deh,” ungkap pelantun lagu Amin Paling Serius ketika berbincang dengan media dan finalis Pucuk Cool Jam 2020, Kamis (30/1/2020).

Dory Soekamti, gitaris Endank Soekamti punya pengalaman tak kalah menarik saat mengikuti festival di era SMA dahulu. Dory lantang menyebut diri pemalu dan kadang kala salah tingkah ketika berada di atas panggung.

“Dulu kalau ikut festival kalah terus, kalah terus ga pernah menang. Dulu saya pemalu, pernah karena salah tingkah gitar saya tidak bunyi. Kru yang membantu udah putar-putar ampli, kabel dan sebagainya ternyata saya yang belum buka volume gitar saya,” ungkapnya tertawa.

Namun begitu baik Sal maupun Dory sepakat dari banyaknya festival yang diikuti, mereka mendapat pengalaman berharga dan bermanfaat untuk kehidupan di dunia berkesenian khususnya musik. “Kalau kalah itu bukan akhir segalanya, kan jalannya tidak hanya di situ saja, mungkin di festival bukan jalan saya tapi di ruang yang lain,” ungkap Sal yang juga diamini Dory.

Dalam performa di final Pucuk Cool Jam 2020 nanti, baik Sal Priadi maupun Endank Soekamti memberikan bocoran bakal tampil maksimal dengan menyuguhkan karya terbaru mereka. Sal akan membawakan single terbaru sementara Soekamti akan menyuguhkan kejutan yang masih dirahasiakan.

Sementara di ajang Pucuk Cool Jam 2020, tercatat 14 finalis dari kategori band dan ekstrakurikuler berhasil didapatkan dengan penjaringan ketat. Para finalis terdiri dari Soundholic dan Elfive dari SMAN 5 Depok, Mahesa dari SMAN 2 Bandung, Gloomy Ghost dari SMKN 10 Bandung, Chopstick dari SMK 2 Kasihan, Salvador dari Bopkri 1 Yogyakarta.

Smada Big Band dari SMAN 2 Surabaya, Rosevelt dari SMAK Kalam Kudus Malang. Kemudian ada D’Kenz dari SMAN 6 Samarinda, Scarecrow dari SMAN 1 Samarinda, BM Band dari SMAN 4 Bantaeng, Tari Batingan Lembonna dari SMA Mahaputra, serta Patium Patra Musica dari SMA Patra Mandiri 1 dan Kolaborasi dari SMKN 6 Palembang.

Para finalis nantinya akan dinilai oleh juri-juri berkompeten terdiri dari Armand Maulana dan Iga Massardi untuk band serta Bisma Karisma dan Ufa Sofura untuk ekskul. Selain Sal Priadi dan Endank Soekamti, bakal tampil pula Guyon Waton, FSTVLST, Maliq n D’essential serta White Shoes & The Couples Company. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI