Sri Krishna – Romo Sindu – Joko Pekik Kolaborasi, Terjadilah Album ‘Celeng Dhegleng’

SLEMAN, KRJOGJA.com – Musisi Sri Krishna kembali meluncurkan karya di penghujung 2018 ini bertajuk "Celeng Dhegleng", di Riverside Music & Reherseal Kamis (27/12/2018) sore. Menarik, Krishna kali ini berkolaborasi dengan Romo Sindhunata dan Joko Pekik untuk menyusun lirik dalam tajuk yang terinspirasi dari lukisan Joko Pekik tersebut. 

Album ke-4 ini menurut Krishna sangat spesial lantaran track diramu dengan cara berbeda sesuai kebutuhan yang ia rasakan. Musisi berambut gimbal ini mencoba bermetafor dalam lirik lagu-lagunya kali ini. Lagu-lagu dalam album baru diciptakannya dalam rentang waktu yang berbeda-beda. "Celeng Dhegleng" misalnya, diciptakan tiga tahun lalu dan sempat dibawakan di beberapa panggung namun baru direkam tahun ini.

"Lagu itu diciptakan tiga tahun lalu, isinya masih cukup relevan dengan keadaan sekarang, apalagi soal politik yang sekarang makin bingar. Lagu-lagu lain diciptakan juga dalam rentang waktu berbeda-beda tapi masih relevan dengan keadaan sekarang, 'Aku' contohnya. Proses rekamannya semua dilakukan di DNF dan sesuai kebutuhan,” ungkap Sri Krishna.

Sesuai kebutuhan yang dimaksud musisi yang akrab disapa Ncik ini adalah ada beberapa lagu yang direkam multi track serta mengajak banyak musisi muda berproses bersama. "Sebenarnya mau rilis awal tahun 2019, tapi Mas Teuku Dalin punya pandangan bahwa harus rilis tahun ini. Sekarang kan konsepnya konser intim, nah nanti kalau enggak Februari atau Maret baru konser albumnya di TBY, penetrasi dulu," sambung dia. 

Tema Celeng Dhegleng sendiri bukan tanpa alasan kuat dibagikan ke pecinta musik. Saat ini bahkan setelah 20 tahun pasca reformasi, menurut dia manusia yang menyerupai celeng dengan rakusnya masih berkeliaran meski diibaratkannya induk sudah mati. 

“Banyak yang sekarang seperti celeng di negeri kita, kelihatannya lurus tapi nabrak-nabrak. Sekarang masih ada orang-orang seperti itu. Album ini ingin berusaha menendang siapapun yang mendengarkan,” lanjut dia. 

Teuku Dalin, salah satu pemilik DF Music melihat album ke-4 Sri Krishna ini sebagai karya original yang layak didengarkan. Ncik bagi Dalin tidak pernah menanggalkan ciri khasnya meski industri musik mengalami perubahan besar. 

“Sri Krishna ini asetnya Yogyakarta jadi harus didukung karena musiknya original, punya ciri khas. Ada modern dan kontemporernya, karya yang sangat baik. Inilah yang membuat kami mau merilis album ke-4 Ncik,” tandas Dalin. 

Karya Sri Krishna sendiri sepertinya menarik disebut musikalisasi Sastra Celeng yang mana merupakan penggabungan makna lukisan, tulisan dan musik. Pesan mendalam agaknya ingin disampaikan Krishna pada pendengar musiknya kali ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI