Tashoora, ‘Agni hingga Bu Dukuh’ Jadi Inspirasi

GRUP musik asal Yogyakarta, Tashoora tampil memukau di panggung Prambanan Jazz Festival #5 2019, Jumat (5/7/2019) malam. Grup yang dibentuk tahu  2016 lalu membawakan lagu-lagu terbaiknya termasuk tiga lagu baru yang dirilis belum lama ini. 

Danang Joedodarmo (Gitar, Vokal), Dita Permatas (Akordeon, Kibor, Vokal), Gusti Arirang (Bas, Vokal), Mahesa Santoso (Drum), Danu Wardhana (Violin, Vokal) dan Sasi Kirono (Gitar, Vokal) tampil eksentrik dengan balutan pakaian berwarna dominan putih. Penonton Prambanan Jazz yang memadati ruang di depan panggung festival berlatar Candi Prambanan. 

Penampilan Tashoora sendiri begitu memukau di mana Danang dan Dita silih berganti mengisi vokal dengan suara khas. Perpaduan apik disajikan anak-anak muda Yogyakarta di depan khalayak Prambanan Jazz yang ternyata jadi yang pertama kali sejak berdiri 2016 lalu. 

Tiga lagu baru, yakni Agni, Surya dan Distilasi dibawakan yang ternyata mengadaptasi situasi sosial Yogyakarta. Kepada wartawan usai manggung, Danang mengungkap inspirasi lagu-lagu baru yang diciptakan memang berawal dari fenomena sosial yang menyita perhatian mereka. 

“Lagu Agni, kami terinspirasi dari kasus kekerasan seksual mahasiswi UGM yang akhirnya berakhir damai, kami tuangkan dalam lirik lagu. Kemudian lagu Distilasi kami juga menangkap fenomena penolakan masyarakat pada kepala dukuh karena dia perempuan, dan Camat karena dia non Muslim. Keduanya terjadi di Bantul dan kami coba merespon kondisi tersebut dalam lagu,” ungkapnya. 

Lirik-lirik sosial tersebut coba dikombinasikan dengan nada progresif rock yang menarik dan lugas. Namun, ketika disinggung apakah Tashoora akan terus seperti itu di lagu-lagu berikutnya, baik Danang, Gusti, Dita, Mahesa, Danu dan Sashi tak ingin memastikan hal tersebut. 

“Mungkin sekarang kami tidak sedang jatuh cinta, jadi lagu-lagunya seperti ini. Itu mungkin kenapa kita ga bikin lagu tentang cinta,” kelakar Danang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI