The Sailor & The Waves: Band dengan Sejuta Kegilaan

Editor: KRjogja/Gus

THE Sailor & The Waves (TSATW) terbentuk pada 2014. Pradana Samara (gitar) waktu itu merasa butuh wadah buat berkarya. Ia lalu mengajak Widyuta Wibisana, drummer yang punya dasar bermusik jauh berbeda dengannya. Duta bisa main Punk sedang Pradana nge-Blues. Tidak lengkap kalau hanya berdua, nanti dikira White Stripes pula. Jadilah mereka membujuk bassist Raema Yoratian. Ketiganya sejak 2014 main dari panggung ke panggung dan lalu menyebarkan kegilaan lewat lagu-lagu mereka.

Soal pilihan musik, TSATW tampaknya tak mau bergulat hanya pada satu pilihan musik. Mereka coba menggabungkan banyak genre musik dalam karya. Rock, Blues, Punk, bahkan notasi Waltz ala Nino Rota mereka adonkan dalam tiap karya. Fusi yang cukup berbahaya namun di tangan mereka berbagai genre itu laiknya lego: dipasangkan lalu ditumpuk jadi kesatuan yang asik didengarkan.

Meski baru seumur jagung, kata mereka, musik mereka gampang masuk di kalangan anak muda. Tiap lagu mereka bertema kehidupan mahasiswa di Yogyakarta. "Kami memadukan berbagai aliran musik untuk menceritakan pahit getir asam manisnya dunia mahasiswa di Yogyakarta," katanya.

Kemenarikan TSATW adalah aksi panggung. Ketiganya selalu berhasil mengokupansi tiap panggung. Mau besar, kecil, berbatas atau tidak, mereka hajar dengan aransemen yang susah ditolak bergoyang dengan lirik ringan. "Alien" menangkap fenomena para mahasiswa penakut yang lebih memilih balik kanan daripada berkendara memakai jas hujan saat turun hujan. Aroma Blues, Rockabily, psychedelic, dan glamm rock kental sekali dalam lagu ini. Begitu juga "Antimager Man" yang berpotensi bikin penonton konser turut menggila.

Lagu-lagu lain juga cukup menjanjikan. "Cek Ombak" berpeluang jadi pembuka layar sekaligus pemanasan bagi penonton konser mereka. Lalu ada "Orang Tua" yang mengisahkan bagaimana kisah mabuk para mahasiswa dengan merk minuman yang sudah melegenda. Kisah ini dibalut dengan aransemen Blues yang cukup asyik dinikmati saat live

. Belum lagi celotehan-celotehan mereka saat manggung yang khas Yogya jadi kekuatan TSATW ke depan. (Des)

BERITA REKOMENDASI