‘Tur Craft & Artshop’ Malioboro Classical, Bentuk Guyub para Anggota

USAI reuni Malioboro Classical di halaman DPRD DIY dua tahun lalu, terbesit dari beberapa anggota Malioboro Classical untuk membuat 'sesuatu'. 'Sesuatu' itu tentunya bisa bermanfaat untuk para anggota khususnya dan masyarakat unmumnya. Proses itu lalu mereka wujudkan dalam bentuk unit usaha, 'Tur Craft & Artshop', yang dilaunching Minggu (18/8/2019) di Jl Surami 871 Mantrijeron Yogya.

Keberadaan 'Tur Craft & Artshop' merupakan salah satu kegiatan penanda yang mempunyai peranan penting dalam konteks pertumbuhan seni dan budaya terhadap perkembangan sosial di negeri ini terutama terhadap gejolak yang bermula dari Yogyakarta dengan Malioboro sebagai pusat dinamikanya. Hal ini tak bisa lepas dari citra Kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Kota Pendidikan. Kedua predikat itu tak dapat dipungkiri telah secara konkrit bermuara dalam realitas keseharian di Malioboro.

"Seni bukan bukan hanya pesona yang sekadar menjadi daya ekspresi gejolak perasaan individual semata, tetapi juga merupakan daya pikat yang sekaligus menjadi salah satu leburan terbentuknya citra pesona Malioboro hingga saat ini. Semoga keberadaan Tur Craft & Artshop ini bisa bermanfaat bagi kita semua," kata Seno C, Ketua Umum Malioboro Classical dalam sambutannya.  
 
Karya-karya seni yang ada di Tur merupakan karya anggota Malioboro Classcial, mereka bisa titip jual disini. Nantinya, tak hanya anggota yang boleh pameran disini, tapi juga seniman lainya yang berada di luar Maioboro Classical. "Kami tidak menarik biaya sepeserpun bagi mereka yang titip karya, kami hanya mengambil sekian persen bagi karya seni yang terjual. Nah keuntungan inilah yang nantinya akan kami pergunakan untuk keberlangsungan kesenian dari anggota Malioboro Classical. Termasuk nantinya untuk kegiatan sosial. Ini memang bentuk guyub anggota Malioboro Classical," terang Diar Sahudi, selaku Ketua Bidang Unit Usaha.

'Tur Craft & Artshop' juga sebagai suatu bentuk ekspresi seni terkini dari berbagai latar perkembangan peristiwa aktual baik yang bergulir di jantung Kota Yogyakarta maupun Malioboro, yang hingga saat ini masih menjadi muara bertemunya wujud nyata berbagai lingkup aspek kehidupan seperti sosial, pendidikan, politik, ekonomi, pariwisata dan lain sebagainya. Juga berbagai perkembangan peristiwa sosial aktual lainnya yang layak dan perlu untuk direspon oleh seluruh masyarakat negeri ini.

Malam itu dipandu MC Gepenk Kesana Kesini tampil pula grup band Semendelic, H.O.W, The Loneliness, Lia Yures, Doni Suwung, Classical Production, Sanggar Seni Notoyudan, dll.(*)

BERITA REKOMENDASI