Viral, Gerakan 30 Hari Dengar Musik Indie Yogya

TIDAK salah apabila Yogyakarta masih terus dianggap sebagai kota musik di Indonesia. Tiap harinya Yogya banyak melahirkan banyak musisi dengan karya baik. Selain itu pertunjukkan musik baik yang berbasis komunitas, edukasi, maupun bisnis tak pernah mereda. 

Hal ini juga yang melahirkan gerakan 30 hari mendengar musik indie Yogya di sejumlah media sosial. Instagram contohnya. Para musisi indie Yogyakarta, baik band, grup, maupun solois ramai-ramai mengikuti gerakan ini. Ada juga para barista dan komunitas kopi yang juga turut mendukung gerakan mendengar band Indie Yogya ini. 

Alip Herlambang, filmaker Kopi Parti yang juga ikut gerakan ini mengungkap alasan mengapa ia menjadi bagian dari 30 hari mendengar musik indie Yogya. "Memang benar sih pertunjukkan musik di Yogyakarta ini banyak. Band dan soloisnya juga bagus-bagus. Tapi bagaimana caranya bikin pendengar mengapresiasi karya para band indie ini, itu yang jadi pertanyaan besar. Gerakan ini salah satunya mungkin, makanya kami ikutan," katanya.

Dimulai sejak enam hari lalu, gerakan yang dimotori para pecinta musik Indie ini juga mendapat banyak apresiasi dari para musisinya. Wimar, vokalis Gie, mengatakan sejak awal September sudah banyak yang mulai mengapresiasi karya mereka di media sosial. Begitu juga dengan Ronnie Udara, perkusi Rubah di Selatan dan ratusan band dan solois Yogya lainnya. Ada yang mendengar karya lama sampai yang baru. (Des)

BERITA REKOMENDASI