Luncurkan Album 'Cidro Asmoro', Ndarboy Genk: Aja Isin Ndangdutan!

user
Ary B Prass 19 Desember 2021, 17:17 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Helarius Daru Indrajaya atau yang dikenal luas sebagai Ndarboy (Genk) melambung tinggi berkat cover lagu Kukuh Prasetya Kudamai ‘Mendung Tanpo Udan’ beberapa saat lalu. Kini ia mulai beranjak meninggalkan zona nyaman, kembali berkarya menelurkan alum terbaru mengangkat kisah nyata yang diberi tajuk “Cidro Asmoro”.

Ndarboy sendiri sudah berkarya di genre pop dangdut Jawa sejak tahun 2017 silam. Ia meraup sukses besar setelah menyanyikan ulang lagu Mendung Tanpo Udan yang membuat namanya dikenal begitu luas oleh masyarakat dunia di mana videonya ditonton lebih dari 54 juta kali di Youtube.

Pada akhir 2021 ini, Ndarboy memberanikan diri menelurkan album kedua dengan konsep berbeda dibandingkan alum pertamanya Pusakarya (2019). Kali ini tak hanya secara digital, Cidro Asmoro dikemas secara spesial dengan rilisan terbatas berbentuk boxset album fisik.

Album Ndarboy kali ini juga spesial karena 10 lagu di Cidro Asmoro sudah ditulisnya selama dua tahun berasal dari kisah nyata. Lagu-lagu itu mengangkat perjalanan kisah asmara yang cedera dan merana, lalu dibawakan dengan lirik serta aransemen pop dangdut Jawa (campursari) ala Ndarboy yang khas.

“Secara keseluruhan, album ini menceritakan proses perjalanan, pertemuan, percintaan (asmoro), ingkar janji (cidro), sakit hati, ketuhanan, perwayangan, alam dan budaya, lalu pada akhirnya mengikhlaskan. Alangkah lebih baiknya mendengarkan secara berurutan dari track 1 sampai 10, karena ceritanya akan menarik, pengalaman saya semua ini,” ungkap Ndarboy saat bertemu media, Minggu (19/12/2021) di Liquid, Jalan Magelang.

Selain keunikan dari 10 lagu yang berkesinambungan itu, album Cidro Asmoro juga akan menawarkan pengalaman audio visual secara maksimal. Rencananya 10 lagu tersebut akan dirilis menjadi video klip berseri yang akan dirilis mulai Januari 2022 hingga Oktober 2022 (satu bulan satu lagu).

“Nanti setiap sebulan sekali akan dirilis satu lagu beserta video klipnya, konsepnya music video series. Beberapa lagu bocorannya ada 'Dalan Gronjal', 'Selamat Tinggal Kekasih', dan 'Koyo Jogja Istimewa'. Jujur tiga lagu itu jadi lagu yang paling berkesan dan membekas di album Cidro Asmoro,” tandas pria asli Pandak Bantul ini.

Boxet Cidro Asmoro sendiri dibuat dengan sangat terbatas dengan hanya 400 pieces. Selain itu, ia juga sudah merencanakan untuk mengupayakan rilisan fisik berbentuk vinyl dan kaset untuk mengabadikan perjalanan tembang-tembangnya ke depan.

Ndarboy bersama ‘genk’ nya pun kini berupaya mengangkat musik dangdut sebagai karya yang bisa dinikmati semua kalangan tanpa terkecuali. Ia ingin membuktikan bahwa dangdut pop Jawa memiliki tempat tersendiri di kalangan pecinta musik tanah air bahkan mancanegara.

“Musik dangdut itu bukan lagi 'musik kampungan' yang segmentasinya cuma kelas C-D. Menurut saya, dangdut itu 'blues-nya Jawa', musik asli masyarakat kita, tak pernah pudar dan akan selalu mengakar. Udah nggak waktunya lagi bilang dangdut itu kampungan. Intinya, aja isin ndangdutan! Senajan lagune ambyar, ojo nangis. Lara atimu tak kancani,” pungkas Daru. (Fxh)

Kredit

Bagikan