Konser Patah Hati "A Tribute to Didi Kempot", Program Spesial NET  untuk Sobat Ambyar

user
Ary B Prass 22 September 2021, 21:27 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com –  NET kembali mengembangkan konten kreatifnya lewat panggung spesial layar kacanya. Jelang penghujung September 2021, NET mempersembahkan “Konser Patah Hati: a Tribute to Didi Kempot” pada Jumat (24/9/2021) mulai pukul 20.00 WIB.

“Konser Patah Hati” NET tersebut akan melibatkan  sejumlah musisi yang mengusung tembang kenangan sobat ambyar dari almarhum Didi Kempot.

Menurut Sambodo (Direktur Konten NET), Didi Kempot merupakan salah satu penyanyi legendaris yang menginspirasi banyak orang dan telah memberi kontribusi terhadap perkembangan industri musik Tanah Air.

“Sebagai seorang maestro musik, Didi Kempot memiliki banyak  karya yang  selalu dikenang dan tak lekang oleh waktu. Lewat  Konser Patah Hati: a Tribute to Didi Kempot, NET ingin  mengapresiasi karya-karya legenda tersebut, sambil tentunya menghadirkan kenangan terbaik yang diusung secara spesial oleh sejumlah musisi generasi penerusnya. Semoga persembahan spesial NET terbaru kali ini dapat menghibur dan mengajak pemirsa NET bernyanyi bersama di rumah bersama keluarga,” jelas Sambodo.

Sebanyak 22 lagu hits siap dihadirkan dalam panggung kolaborasi “Konser Patah Hati: a Tribute to Didi Kempot” di NET kali ini. Sejumlah musisi lintas generasi akan terlibat tambil mengusung  kembali kenangan bersama tembang sang legenda Didi Kempot. Penyanyi senior Memes Prameswari, The Rain, dan  Sundari Soekotjo siap berkolaborasi  bersama  musisi generasi masa kini, seperti  Denny Caknan, Tiara Andini, Ndarboy Genk, Mirriam Eka, Danang, Feel Koplo, Vita Alvia, dan Asyraf Jamal.

Selain menyumbangkan suara emasnya, para musisi tersebut juga akan menyampaikan kenangannya terkait The Godfather of Broken Heart yang punya arti tersendiri bagi mereka.  Selain para musisi, sejumlah orang-orang terdekat  almarhum Didi Kempot serta  penggemarnya yang dikenal sebagai “Sobat Ambyar” juga turut menyampaikan cerita kenangan mereka tentang sosok almarhum dan karya-karyanya yang punya makna spesial di mata mereka.

Seperti diketahui, Didi Kempot merupakan penyanyi serta  pencipta lagu campur sari asal Surakarta, Jawa Tengah yang tembang-tembangnya cukup hits serta memiliki penggemar Sobat Ambyar-nya di berbagai daerah. Pada 1984, Didi Kempot memulai kariernya sebagai musisi jalanan di kota kelahirannya selama tiga tahun. Setelah itu, pemilik nama asli Didik Prasetyo ini mengadu nasib ke Jakarta dan berhasil merilis beberapa lagu andalan seperti “Cidro”, “Stasiun Balapan”, “Kalung Emas”, “Suket Teki”, dan lainnya.

Selama berkarier, dia berhasil membawa pulang beberapa penghargaan, di antaranya adalah Penghargaan Khusus Maestro Campursari dari Indonesian Dangdut Award 2019, Legend Awards dan Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Dangdut Berbahasa Daerah Terbaik dari Anugerah Musik Indonesia 2020.

Pada 5 Mei 2020, Didi Kempot wafat di usia 53 tahun akibat henti jantung dan membuat penggemar lagu-lagu patah hatinya semakin patah hati mengenang kepergiannya yang begitu cepat. (*)

Kredit

Bagikan