Masyarakat Butuh Film Anak Berkualitas

user
tomi 23 Juli 2020, 18:05 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto dalam acara "Upaya dan Strategi Pemajuan Film Anak di Indonesia mengaku hanya ada hanya 10% - 14 % film yang ramah ditonton oleh anak-anak. Acara ini diselenggarakan pada Kamis (23/7) melalui ruang pertemuan daring.

"Kita prihatin dengan hal itu,film tentu akan memberikan dampak negatif, bila ditonton tidak sesuai dengan klasifikasi usia, karena film yang diperuntukan bagi orang dewasa tidak akan cocok bila ditonton oleh anak-anak,ujarnya.

Hadir sebagai pembicara utama yaitu Dede Indra Permana, Anggota Komisi I DPR RI. Dalam acara ini juga turut menghadirkan narasumber Dahnil Anzar Simanjuntak, Staf Khusus Kementerian Pertahanan RI; Wulan Guritno, Aktris/Produser; Naswardi Ketua Komisi III LSF RI; dan Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010-2011/Rektor Universitas YARSI. Acara ini dibuka oleh sambutan dari Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto.

“Pada dasarnya masyarakat butuh lebih banyak film anak. Film yang mengandung pornografi, kekerasan, perjudian, pelecehan, perendahan terhadap harkat dan martabat serta penodaan terhadap agama dan kemanusiaan, tentu akan memberikan dampak buruk bagi anak bila tidak ada proses penyensoran,” ujar Ketua LSF.

Sasaran program Sosialiasi Budaya Sensor Mandiri ini adalah penyelenggara perlindungan anak, yang terdiri atas kementerian, lembaga dan organisasi masyarakat yang memiliki fokus terhadap perlindungan anak. Webinar ini diikuti oleh sekitar 320 peserta yang sudah melakukan registrasi melalui jalur pendaftaran resmi LSF. (Ati)

Credits

Bagikan