FKY 2022 Usung Tema 'Merekah Ruah', Pencatatan Kebudayaan Keberdayaan Warga

user
Ary B Prass 09 September 2022, 10:07 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Festival Kebudayaan Yogyakarta 2022 kali ini tetap disung secara hybrid mulai 12 - 25 September 2022 dengan mengusung visi 'pencatatan kebudayaan'. Festival yang hadir sebagai kerja pencatatan kebudayaan untuk membaca, membicarakan, merayakan, dan mengingat dialektika kebudaaan hari ini. Sebagai dasar pengembangan dan penemuan, kebudayaan yang dicatat adalah kebudayaan yang menggambarkan praktik 'keberdayaan warga'.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) atau Kundha Kabudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan FKY 2022 masih menjadi kelanjutan dari FKY 2021. "Masih menjadi kelanjutan visi pencatatan kebudayaan. Keunikan kebudayaan yang kita usung lebih pada menggambarkan, merayakan, mendokumentasikan keberdayaan masyarakat," ucap Dian Laksmi saat jumpa media di Kantor Disbud DIY, Kamis (8/9/2022).

FKY 2022 juga merancang tema besarnya pada 'Mengelola Air dan Tanah' sebagai narasi yang berfokus pada kawasan Gunungkidul dan Kulon Progo, kawasan yang dirasa masih kurang tercatat keterlibatannya berdasarkan peta subjek budaya FKY 2021. Terdapat tiga hal yang melatarbelakanginya, yaitu peran penting air dan tanah bagi kehidupan, keberadaan praktik dan subjeknya, serta kemunculan isu tersebut pada tahun sebelumnya di Gunungkidul dan Kulon Progo yang mampu dikaji lebih dalam. Sebagai fokus, air dan tanah pun dapat dieksplorasi dengan berbagai pemaknaan melalui praktik-praktik kebudayaan di DIY.

"Keberdayaan warga yang dulu menjadi lokus perhatian kami di 2021 yaitu Kulon Progo dan Gunungkidul terkoneksi dengan praktik kebudayaan kearifan alam, kecerdasan masyarakat, terekam oleh teman-teman di FKY, menjadi suguhan pengetahuan, pengalaman dan hiburan," kata Dian.

Sementara Ketua I FKY 2022 Doni Maulistya mengatakan, dengan judul Merekah Ruah, diharapkan FKY 2022 memberi dampak yang lebih luas. "Judul Merekah Ruah agar dapat dimaknai sebagai sebuah harapan atas keberadaan FKY. Semangat keterlibatan dan keberdayaan yang hadir dalam festival ini semoga mampu memberikan dampak luas sekaligus berkah melimpah bagi masyarakat," katanya.

Doni menjelaskan pelaksanaan pemilihan FKY 2022 secara hybrid agar disaksikan langsung di lokasi yang tersebar di DIY. FKY 2022 juga bisa dinikmati secara daring, melalui web fky.id. "Hybrid dirasa pilihan yang tepat. Tahun ini juga tidak terpusat, justru menyebar dengan berbagai venue," terang Doni.

FKY 2022 akan dibuka secara resmi pada Senin (12/9/2022) dengan pagelaran tari kolosal berjudul Sasaji Amarta. Prosesi pembukaan akan menjadi satu rangkaian acara yang utuh dan dapat disaksikan melalui siaran langsung di situs web.

Berbagai acara yang dapat dinikmati di FKY antara lain program dokumenter foto dan video yang memberikan alternatif pencatatan bentuk kebudayaan yang termanifestasi maupun diekspresikan dalam situasi dan laku keseharian di masyarakat.

Kemudian ada pameran FKY, pameran keliling dan pertunjukan, aktivasi komunitas seni dan budaya, peristiwa sastra, pertunjukan highlight seni tradisi, wicara: performance lecture dan diskusi publik, pasar FKY, wicara, dan panggung terbuka. (*)

Kredit

Bagikan