Cerita Abadi Soesman 'God Bless' Dulu Sering Dikibuli Panitia Konser

user
Ary B Prass 26 September 2022, 09:37 WIB
untitled

Krjogja.com - God Bless tampil luar biasa di hari kedua JogjaROCKarta History Continues di Tebing Breksi, Minggu (25/9/2022) malam. Ahmad Albar cs menendang dengan lagu-lagu andalan sejak band tersebut eksis berpuluh tahun silam. 
 
Band yang dibentuk 5 Mei 1973 ini namanya baru muncul beberapa hari jelang JogjaROCKarta, namun mereka tampil sebagai salah satu pemuncak semalam. God Bless, si legenda hidup rock Indonesia ini tampil kedua paling akhir, sebelum Jamrud yang menutup gelaran dua hari di Breksi. 
 
Lagu-lagu macam Panggung Sandiwara, Rumah Kita, Kehidupan, Menjilat Matahari hingga Semut Hitam dimainkan dengan apik. Tak heran lebih dari 5 ribu penikmat rock yang menyemut di Breksi seolah tengah bernostalgia dengan suasana era 70 hingga 80-an. 
 
Ahmad Albar, Ian Antono, Abadi Soesman, Fajar Satriatama dan Arya Setyadi yang menggantikan Donny Fattah begitu total tampil, sangat berbeda dibandingkan edisi JogjaROCKarta sebelumnya, di Kridosono. Mereka sudah sangat fasih merekam emosi dan detail lagu, karena cukup banyak bermain di panggung sejak beberapa bulan terakhir. 
 
Hal ini diamini Abadi Soesman yang menjaga ritme lewat keyboardnya. Sebelum ke Yogyakarta, God Bless sebelumnya memang manggung di Bandung dan Purwokerto, mereka sukses menghibur pecinta rock di sana. 
 
“Makin tua ini rasanya kok makin semangat, kalau kami ini tidak bergerak malah ngrungsungi, kita bersyukur masih bisa kumpul. Ada kesempatan, kita bersyukur dan kita mencoba terus berkreasi,” ungkapnya pada wartawan. usai manggung. 
 
Menarik, kepada wartawan, Abadi pun menceritakan pandangannya terhadap dunia musik rock tanah air saat ini yang disebutnya sangat berbeda dan lebih baik. Masa dahulu, God Bless diceritakannya sering ditipu oleh panitia konser, di mana honor manggung mereka tak dibayarkan. 
 
“Terus terang saja saya cemburu, sebab fasilitas, kesempatan, kemudian apresiasi itu lebih banyak daripada kita dulu. Kami dulu hanya mengandalkan panitia, nah panitia itu ada yang jujur ada yang ndak jujur. Kita sering dikibuli ndak bayar, kalau sekarang sudah profesional semua dan musical. Kalau panitia kan bukan musical, bisnis ya. Mudah-mudahan musik sekarang ini jadi tuan rumah di Indonesia. Terutama JogjaROCKarta,” tandas Abadi yang diamini Ahmad Albar dan Ian Antono. 
 
Sementara, JogjaROCKarta berjalan sukses selama dua hari penyelenggaraan. Lebih dari 9 ribu penonton menyaksikan gelaran pesta musik rock yang dilaksanakan di Tebing Breksi tersebut. 
 
CEO Rajawali Music yang juga Founder JogjaROCKarta, Anas Syahrul Alimi pun mengungkap bahwa ke depan event itu bakal terus bergerak di berbagai spot menarik di Yogyakarta. Sebelumnya, event dilaksanakan di Stadion Kridosono, tempat bersejarah bagi hampir semua band tanah air karena pasti pernah merasakan bermain di stadion pusat kota Yogyakarta itu. (Fxh)

Kredit

Bagikan