Ngayogjazz, Momen Membiasakan Masyarakat Pedesaan Dikunjungi Wisatawan

user
Danar W 30 Oktober 2022, 07:50 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mendukung penuh penyelenggaraan event Ngayogjazz di Cibuk Kidul Margoluwih Seyegan Sleman pada 19 November 2022 mendatang. Ajang Ngayogjazz ini tidak hanya sekedar mendekatkan musik jazz semata, namun menjadi momen membiasakan masyarakat pedesaan apabila dikunjungi wisatawan nantinya.

"Ngayogjazz kembali diselenggarakan lagi pada 2022 berkolaborasi dengan teman-teman para penggiat musik jazz yang ada di DIY. Jadi dari tahun ke tahun, Dispar DIY selalu memberikan supporting terhadap event Ngayogjazz ini," ujar Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo kepada KR di Yogyakarta, Sabtu (29/10/2022).

Singgih mengatakan penyelenggaraan Ngayogjazz 2022 ini berbeda dengan pelaksanaan event sebelumnya, khususnya pada 2021 lalu. Sebab Ngayogjazz 2021 digelar di situasi yang tidak bagus dan sangat terbatas sehingga kunjungannya dibatasi. Untuk penyelenggaraan Ngayogjazz 2022 ini yang situasinya lebih bagus maka mengajak para pecinta dan penikmat musik jazz yang ingin mendapatkan suasana berbeda dari event jazz lainnya agar bisa hadir menyaksikan langsung.

"Ngayogjazz memang digelar di tempat yang berbeda dari event jazz lainnya, dimana justru disuguhkan area pedesaan dan sangat dekat dengan masyarakat. Sehingga nuansa pedesaan dengan masyarakat akan sangat kental dalam ajang Ngayogjazz 2022," imbuhnya.

Lebih lanjut, Singgih mengungkapkan Ngayogjazz ini memang pada dasarnya bertujuan memasyarakatkan dan ingin mendekatkan musik jazz kepada masyarakat bisa tercapai nantinya. Meski dari sisi penganggaran tidak terlalu banyak untuk membantu penyelenggaraan Ngayogjazz yang memang tidak menarik tiket masuk.

"Ada pemberdayaan masyarakat yang betul-betul multiplier effect-nya bisa sampai ke desa karena venuenya memang di desa. Dari sisi akomodasi di desa maupun hotel-hotel di DIY juga kebagian lalu kuliner, transportasi dan lainnya," tandas Singgih.

Terkait pemilihan venue Ngayogjazz yang pasti ada di desa, Singgih mengungkapkan perlu kolaborasi masyarakat di desa tersebut betul-betul bagus. Artinya desa dan masyarakatnya harus siap menerima kunjungan wisatawan alias ekosistemnya sudah berjalan. Kuncinya keguyupan dari masyarakat desa tersebutlah yang dijadikan tolok ukur pertimbangan pemilihan venue penyelenggaraan event Ngayogjazz.

"Kami pun menawarkan kepada teman-teman panitia Ngayogjazz agar menggunakan desa-desa yang berada di kabupaten lainnya di DIY. Semisal pernah di Bantul dan Sleman maka ditawarkan alternatif di desa yang berada di Gunungkidul dan Kulonprogo. Supaya lebih luas jangkauannya dan tentu harus disurvei terlebih dahulu dari kesiapan masyarakatnya," terangnya.

Dari sisi pariwisata, penyelenggaraan Ngayogjazz ini sebenarnya sekaligus memasyarakatkan atau membiasakan masyarakat yang ada di desa tersebut untuk dikunjungi wisatawan. Sedangkan tujuan dari digelarnya Ngayogjazz sendiri lebih mendekatkan musik jazz kepada seluruh masyarakat hingga pelosok desa. Pihaknya mendukung dari segi penganggaran hingga fasilitas pembinaan di desa yang menjadi tempat event tersebut.

"Dampak yang ditimbulkan dari digelarnya Ngayogjazz di desa maka bisa mengangkat kuliner lokal dari ibu-ibu, merchandise-nya dari desa tersebut hingga pelibatan masyarakat khususnya pemuda karang taruna maupun Pokdarwis juga sangat penting. Dengan kata lain, kita kenalkan dan angkat potensi desa yang menjadi venue penyelenggaraan Ngayogjazz," terang Singgih.

Event-event rutin seperti Ngayogjazz ini menjadi trigger atau penggerak para wisatawan datang ke DIY. Untuk itu, pihaknya sangat berharap bisa ditangkap pelaku industri pariwisata lainnya dengan membuat paket-paket dari event-event yang telah ada selama ini. Contohnya event Ngayogjazz bisa dibuat paket wisata dengan menggabungkan dengan masyarakat objek wisata lainnya dan menginap di beberapa titik

"Ini sangat menarik sekali paket wisatanya, apalagi event-event yang digelar di DIY sangat menarik dan berada di sepanjang tahun. Harapan saya, teman-teman Asita dan lainnya bisa memanfaatkan event - event seperti Ngayogjazz menjadi paket wisata yang menarik. Tentunya bisa meningkatkan length of stay atau lama menginap wisatawan sekaligus spending money kedepannya," pungkas Singgih. (Ira)

Kredit

Bagikan