35 Ribu Pekerja Seni Terimbas Wabah Corona, Ini Skema dari Ditjen Kebudayaan

Sementara, untuk pekerja seni kriteria dua adalah mereka yang mendapat penghasilan dibawah Rp 10 juta per bulan, tidak punya pekerjaan lain selain bidang seni, belum berkeluarga dan belum mendapatkan Program Kartu Pra Kerja. Sebanyak 8.367 pekerja seni masuk dalam kriteria ini.

“Kami akan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah pada Kamis (9/4/2020). Untuk kriteria satu, Ditjen Kebudayaan sedang berkoordinasi dengan Kemenko PMK dan kriteria dua dengan Kemenko Perekonomian,” tambahnya. Ia mengungkapkan, pendataan gelombang pertama dilakukan hingga Rabu (8/4/2020). Akan tetapi, tidak menampik kemungkinan akan ada pendataan gelombang kedua.

“Setelah koordinasi nanti, harapannya ya kami bisa bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Kami akan sampaikan skema ini, semoga bisa diimplementasi, bahkan di tingkat kabupaten atau kota sehingga mudah ditangani,” jawabnya. Disinggung mengenai sinkronisasi data, Hilmar menilai ini adalah momen yang tepat untuk melakukan itu. Sebab, selama ini pemerintah juga belum melakukan pendataan terhadap pekerja seni yang ada di Indonesia.

“Saya yakin, jumlahnya pasti lebih dari 35 ribu. Maka, kami ingin mensinkronisasi antara data pusat dan daerah, yang paling penting itu Nomor Induk Kependudukan (NIK) nya. Kami tidak ingin ada tumpang tindih,” paparnya lagi. Selain mendata pekerja seni terimbas wabah, Hilmar juga menyarankan seniman untuk mengubah media seninya, yakni ke ranah digital, meski tak semua pekerja seni bisa pindah ke daring.

BERITA REKOMENDASI