‘Abnormal Baru’ Cara Nawa Tunggal dan Dwi Putro Perjuangkan Kesetaraan Lewat Seni

ABNORMALITAS baru merupakan sebuah topik yang cukup dekat bagi semua orang, melihat situasi pandemi COVID-19 yang merombak tatanan serta rutinitas kehidupan dan memaksa orang-orang untuk mengenal, berdamai, dan hidup berdampingan dengan abnormalitas-abnormalitas baru yang semakin menjadi normal.

Kegilaan atau gangguan mental dipandang bagi sebagian orang sebagai aib atau malapetaka. Hal tersebut yang dirasakan oleh Nawa Tunggal yang mempunyai seorang kakak dengan keterbatasan mental. Namun Nawa bertekad untuk bisa menyetarakan kakaknya (Dwi Putra) dengan manusia normal. Terlebih ketika pandemi membuat masyarakat akrab dengan istilah Normal Baru ‘New Normal’.

“Pameran ini tentang kecemburuan istilah Normal Baru dan akhirnya lahirlah Abnormal Baru, sesederhana itu. Pameran ini membawa pesan yang dalam, ketika orang-orang abnormal tidak mempunyai kesetaraan. Pameran ini bisa disebut juga dengan perjuangan untuk mencapai kesetaraan sebagai orang yang punya hak dan kesempatan yang sama,”jelas Nawa Tunggal ketika ditemui krjogja.com.

Nawa juga memberi apresiasi bagi Jogja Galery yang bersedia sebagai ruang pamer karya Dwi Putra. Menurut Nawa, Pak Wi sapaan untuk Dwi Putra juga berhak untuk berpameran di Jogja Galery tidak hanya seniman dengan reputasi tinggi ataupun yang ber-akademisi. Untuk itulah Abnormal Baru hadir agar dia (Pak Wi) bisa setara dengan yang lainnya.

BERITA REKOMENDASI