Ari Burhani eks Kla Project: Musisi Muda Punya ‘Dunia’ Sendiri

Editor: Agus Sigit

Berarti musisi senior harus ikut menggunakan media sosial? “Medsos buat musisi yang lebih muda. Ini era mereka. Anak saya bilang Papa tahu dan pernah menggunakan mesin ketik manual, tapi Papa tidak tahu media sosial. Ini era mereka. Sangat-sangat era mereka,” paparnya.

Tak ada keinginan berkolaborasi dengan musisi muda?

“Mereka tak bisa dimanfaatkan. Sak karepe dhewe

. Dikasih lagu, komentarnya lagu jadul, apa ini Om? Karena mereka punya dunia sendiri, kita hanya bisa mendukung atau bikin mereka jadi talent saja. Atau mereka yang jadi kreator,” terang Ari yang juga mengamati drumer-drumer senior.

“Yang senior yang saya amati demi kekangenan. Seperti Ian Paice (Deep Purple), Phil Collins (Genesis), Chad Smith. Kalau yang (berusia) 30-an, tidak ada waktu (mendengarkan dan mengamati),” tandas Ari yang barusan menanggapi klaim seorang dosen Universitas Negeri Jakarta, yang menyebut lirik lagu KLa: Yogyakarta, dan Tak Bisa ke Lain Hati, merupakan bikinannya (buka facebook Ari Burhani Tjokrohandoko)

“Semua orang bisa mengklaim. Saya tak tahu motifnya,” tandas Ari. (Lat)

BERITA REKOMENDASI