ARTJOG MMXXI: Berharap Pemerintah Memiliki Keberpihakan Pada Seniman dan Pelaku Kreatif

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com– Lorong aransemen bunyi karya seniman visual dan musisi, Duto Hardono didapuk sebagai pintu masuk ARTJOG MMXXI. Variation for Breath merupakan representasi akan kondisi saat ini di mana Duto menciptakan komposisi berawal dari ketidakpastian dan ketidakterdugaan sebagai simbol perjuangan untuk bisa kembali ke kondisi normal, begitu pula perjuangan ARTJOG MMXXI. Dihelat ditengah situasi dan kondisi yang penuh keterbatasan, ARTJOG bertekad tetap hadir untuk masyarakat dengan bekal pengalaman tahun lalu.

Perubahan-perubahan kebijakan publik justru membuat mendorong ARTJOG untuk merencanakan segala sesuatunya dengan lebih rinci. “Kita berhadapan dengan periode yang tidak menentu, yang membuat kami harus semakin terbiasa dengan antisipasi dan improvisasi,”jelas Direktur ARTJOG, Heri Pemad.

Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga Level 4 sekarang ini, mengharuskan ARTJOG MMXXI berjalan dengan format daring sejak awal pelaksanaannya. Berkaitan dengan hal tersebut , Heri Pemad berharap agar pemerintah dapat membuka diri dan memiliki keberpihakan kepada para seniman dan pelaku kreatif.

“Banyak sekali seniman dan pelaku budaya khususnya di Kota Yogyakarta mengharapkan aturan jelas. Supaya tetap dapat mempertanggungjawabkan kewajibannya sebagai seniman dengan mempresentasikan karya kreatifnya. Karya kreatif yang tidak melulu bersifat menghibur, tapi lebih dari itu, bahwa seniman bisa memberikan tawaran pemikiran-pemikiran yang berguna bagi kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI