Bersolek, Natan Art Space Tampilkan Karya 9 Perupa Internasional

NATAN ART SPACE (NAS) menyelenggarakan pameran sembilan perupa internasional, enam dari Indonesia, tiga perupa  luar negeri dari Jepang, Perancis dan Amerika Serikat. Pameran berjudul Bright Side ini  berlangsung  18 Mei hingga 8 Juli 2017 di Jl. Mondorakan No. 5, Kotagede.  Natan Art Space bertempat di nDalem Natan sebuah bangunan bersejarah berarsitektur Jawa dan Eropa yang baru direnovasi setelah rusak berat akibat gempa bumi tahun 2006.

Natan Art Space kini menjadi pusat budaya di selatan Yogyakarta yang unik karena tidak hanya lokasinya yang merupakan sebuah rumah budaya, galeri ini juga memiliki misi memelihara warisan seni budaya adiluhung dan juga membuka peluang berkembangnya kesenian baru. Kotagede merupakan ibukota pertama kerajaan Mataram yang kini menjadi tujuan utama wisata seni budaya di Yogyakarta.

Acara ini bertepatan dengan bulan seni di Yogyakarta dalam acara ArtJog X yang merupakan festival seni rupa modern dan kontemporer yang terbesar di Asia Tenggara. Acara ini unik karena melibatkan semua komunitas seni rupa di Yogyakarta.  

Tahun ini untuk ketiga kalinya Natan Art Space ikut berpartisipasi dalam bulan kegiatan kesenian ArtJog di mana dua karya dari seniman kami juga terpilih oleh kurator ArtJog. Natan Art Space, telah memilih karya-karya terbaik yang mewakili pemikiran tentang Kebhinnekaan. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada dunia para seniman Indonesia dan internasional yang berbakat.

Karya-karya perupa yang berasal dari Indonesia, Perancis, Jepang dan Amerika Serikat ini menampilkan keunikan setiap pribadinya. Soni Irawan kembali hadir dengan manusia sebagai tokoh sentralnya, Yustoni Volunteero yang konsisten dengan perhatiannya terhadap alam sekitar, Lelyana Kurniawati dan perhatiannya pada keindahan semesta, Tomo Matsuoka dengan karya-karya magisnya yang seakan membawa kita ke ranah dimensi lain, Anton Subiyanto dengan karyanya yang selalu menimbulkan banyak pertanyaan, Laura N-Tamara dengan karya monoprintnya, Jesse Miller yang menjadikan memori-memori perjalanannya sebagai fragmen pengalaman yang menyatu, dan berwujud dalam karya-karya yang penuh warna, Arya Pandjalu yang bereksperimen dengan botol kaca, dan Hendra ‘Blankon’ Priyadhani yang hadir dengan instalasi penuh imajinasi.

Tema Bright Side dipilih karena setelah 73 tahun Indonesia merdeka, perdebatan tentang bentuk negara yang ideal masih juga diperdebatkan seperti terlihat dalam berbagai pertukaran pendapat yang amat hangat -bahkan cenderung penuh kekerasan- dalam pemilihan gubernur Ibukota di ruang publik nyata dan di dunia media sosial.

Dunia seni rupa responsif terhadap fenomena teramat penting itu. Para seniman memiliki kepekaan dan cara memandang serta cara menyikapi kebhinnekaan itu. Kebebasan berekspresi adalah syarat mutlak bagi mereka sehingga kebhinnekaan itu tidak bisa ditawar-tawar.

Sejak Indonesia merdeka, sebetulnya, bangsa Indonesia sudah memilih kebhinnekaan dengan memilih ideologi Pancasila. Di kaki Garuda sebagai burung simbol lambang negara Indonesia tertulis kata Bhineka Tunggal Ika  dari Bahasa Sansekerta yang berasal dari India yang bermakna persatuan di dalam kebhinnekaan.

Dalam sejarah Nusantara yang panjang sebelum dan sesudah masuknya kekuatan kolonial Belanda, tradisi kebhinekaan itu sudah menjadi tradisi seperti kita lihat dalam pengelolaan berbagai kerajaan seperti Sriwijaya, Majapahit, Mataram, Gowa Tallo, Riau, Bali, Ternate, Tidore, Aceh, Kutai, Pagarruyung dan banyak lainnya.  

Berbagai budaya dan agama ada dan mempunyai sejarah panjang di seperti agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan agama-agama asli di Nusantara. Masing-masing dalam sebuah negara demokratis Indonesia mempunyai hak yang sama dalam mengekspressikan dirinya.

Tidaklah berlebihan bila dikatakan keberlanjutan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia akan amat tergantung kepada kemampuan menjaga kebhinnekaan dari suku, agama, ras dan antar golongan yang hidup di Tanah Air.

Kita catat setiap kali keseimbangan kebhinnekaan itu terganggu maka terjadi goncangan besar dalam kehidupan bangsa Indonesia. (*)
    

 

BERITA REKOMENDASI