Biennale Jogja XIV Usung Tema stAGE of HOPElessness

YOGYA, KRJOGJA.com –  Ajang kreasi seni Biennale Jogja XIV bertajuk stAGE of HOPElessness siap digelar 2 November hingga 10 Desember 2017 di Jogja National Museum (JNM). Banyak hal menarik bakal ditampilkan dengan kolaborasi bersama 12 seniman Brazil yang secara langsung hadir di Yogyakarta membawa karya terbaiknya.

Dodo Hartoko, Direktur Biennale Jogja kepada wartawan dalam temu pers di IVAa, Rabu (6/9/2017) mengatakan paling tidak ada empat program besar dalam event tahun 2017 ini. "Pertama dibuka dengan Festival Equator dengan tajuk Organizing Chaos yang dimulai 10 Oktober hingga 2 November, lalu diikuti Main Exhibition stAGE of HOPElessness 2 November hingga 10 Desember ditambah Paralel Events dan Biennale Forum," terangnya.

Pius Sigit Kuncoro, Kurator Biennale XIV stAGE of HOPElessness menambahkan pemilihan tema dan kerjasama dengan Brazil diambil setelah melihat adanya momen estetik saat ia melakukan kunjungan ke Sao Paolo November 2016 lalu. Momen traumatik karena adanya ketidakstabilan politik dan ekonomi di negara tersebut begitu kuat ditanggapi para seniman setempat yang seolah menyiratkan ketidakpastian hidup.

"Ketika saya coba refleksikan dengan keadaan Indonesia yang beberapa waktu terakhir juga mengalami krisis sosial politik, namun akhirnya bisa bangkit dan menyadari kembali apa itu Pancasila jati diri bangsa. Karena itulah Biennale coba merespon dengan tema stAGE of HOPElessness," ungkapnya.

Sementara terkait 12 seniman Brazil yang memastikan tampil di Biennale Jogja, Luth Adelina peneliti Biennale Jogja XIV mengatakan bahwa mereka telah melalui serangkaian kurasi. 12 seniman tersebut bakal menggelar karya bersama 27 seniman Indonesia yang terlebih dahulu telah menjalani proses kurasi.

"12 nama dari Brazil akan menampilak beberapa disiplin seni seperti instalasi dan video hasil respon objek lokal, ada Cinthia Marcelle, Tiago Mata Machado, Clara Ianni, Daniel Lie, Deyson Gilbert, Icaro Lira, Jonathas de Andrade, Leticia Ramos, Lourival Cuquinha, Rodrigo Braga, Virginia de Medeiros, Waleria Americo dan Yuri Firmeza. Ada tiga seniman yang bakal ikut residensi dua bulan di Yogyakarta yakni Daniel Lie, Rodrigo Braga dan Yuri Firmeza," ungkapnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI