Broto Wijayanto Bersama Difabel ‘Menghanyutkan’ Penonton

JOGJA, KRJOGJA.com—Operet Inklusi 'Jalan Menuju Cahaya' sukses digelar, sebagai puncak rangkaian acara Pekan Budaya Difabel  2019, Rabu (20/11/2019). Pertunjukkan yang disutradarai Broto Wijayanto ini menuai antusiasme luar biasa dari penonton. 
 
Pertunjukkan tersebut mengisahkan tentang seorang perfeksionis yang disadarkan pada hakikat kesempurnaan manusia.  Operet ini mampu menghanyutkan penonton dalam haru dan perasaan bahagia sekaligus. 
 
Tak kurang, sorak sorai penonton ramaikan Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, begitu pentas berakhir sore itu. Menurut sutradara bernama asli Muhammad Arif Wijayanto tersebut, operet inklusi ini menjadi panen mereka. 
 
“Ini merupakan panen kami setelah sekian lama berkenalan dengan teman-teman difabel, dan (yang penting) tidak ada perbedaan!” tegasnya mengungkapkan posisi satu sama lain dalam perannya di operet. 
 
Ditemui usai pentas, Broto mengisahkan perjalanan singkatnya sampai di posisi saat ini. Laki-laki kelahiran Demak ini menceritakan kali pertama interaksinya dengan para difabel pada 2004 silam. Kala itu, Broto pernah melatih sekaligus menyutradari  komunitas anak-anak tunarungu. 
 
“Ketika pertama kali ketemu dengan teman-teman difabel itu bingung. Tapi akhirnya saya menemukan bahwa inilah cara saya bersyukur kepada tuhan, dikaruniai indra yang cukup lengkap,” ungkapnya di sudut ruang make-up pemain. 
 
Pertemuannya kala itu memberikan semangat dan dorongan untuk menjadi bagian dari teman-teman difabel hingga saat ini. Baginya, seni teater yang melibatkan gerak tubuh ini tidak semata hanya untuk mereka yang indranya lengkap.
 
Ini adalah upaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa kita semua adalah sama, tidak ada perbedaan di antara kita. (Ika Nur Khasanah/KR Academy)

BERITA REKOMENDASI