Cara Komikus ‘Tangkap’ Pandemi, Abadikan Hobi hingga Jualan Komik Kopi

YOGYA, KRJOGJA.com – Festival komik bertajuk Yogyakarta Komik Weeks kembali digelar 8-17 Oktober 2021 secara luring di Museum Sonobudoyo dan daring. Berbagai karya menarik ditampilkan untuk memberikan berbagai perspekif tentang perkembangan komik Indonesia dan Yogyakarta.

Terra Bajraghosa, Kurator Yogyakarta Komik Weeks 2021 mengatakan tema Kreasi Adaptasi yang diusung memiliki makna dalam untuk menyikapi situasi pandemi yang terjadi hampir dua tahun terakhir. Kehidupan manusia termasuk komikus mengalami perubahan yang lantas dituangkan dalam karya.

“Kami berangkat dari situasi bahwa komik bisa hidup di mana saja, dulu nyempil di koran bisa, majalah, handphone yang kecil saja bisa. Apalagi saat ini di era digital, bisa ada di mana saja. Bagaimana 30 komikus yang hadir ini mempertahankan kehidupan karya di masa pandemi, wujud kreasi adaptasi untuk tetap sehat namun hidup secara ekonomi dituangkan dalam agenda ini,” ungkapnya pada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Sejak muncul komik modern Indonesia pada 1930 lewat karya Put On karya Kho Wang Gie, komik cetak masih terus diterbitkan baik secara mandiri oleh pekomiknya sendiri maupun lewat penerbit. Komik digital yang tayang melalui platform komik-web ataupun situs web lain juga terus menghadirkan judul-judul baru termasuk platform yang memungkinkan monetizing bagi pekomik melalui fitur berlangganan.

“Media sosial apapun versinya, selalu digunakan oleh para pekomik untuk terus berkarya. Bagaimana perjalanan komik ini yang menarik dan ingin terus kami ceritakan,” ungkapnya lagi.

BERITA REKOMENDASI