Cing Poling, Rekam Sejarah Perlawanan Kaum Pribumi

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Jejak sejarah kesatria perlawanan kaum pribumi, khususnya di Pulau Jawa terhadap penjajah Belanda, terekam dalam bingkai kesenian tradisional Cing Poling. Dari kesenian ini tergambar betapa kaum pribumi dengan gagah berani, bersatu padu berhasil melawan penjajah yang hampir menguasai seluruh tanah Jawa dan Madura.  Bahkan pimpinan perang pasukan Belanda Kapten Park berhasil dibunuhnya.

“Kesenian Cing Poling ini menggambarkan bagaimana keberanian orang Jawa menghadapi pasukan bala tentara Belanda, sekaligus menjadi rekam sejarah para kesatria pribumi,” pimpinan grup Cing Poling Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworjeo Tukiat (51), Minggu (24/9/2017).

Dalam kesenian tradisional yang berdiri tahun 1951 dan sudah melewati generasi keempat ini menurut Tukiat, mulai dari bentuk tari yang bersenjata pedang, hingga perangkat musik yang digunakan masih berbau perlawanan terhadap penjajah.

Alat musik kencreng, pada saat pasukan pribumi menghadapi Belanda dimanfaatkan untuk memberikan aba-aba agar pasukan bersiap diri untuk berperang. Begitupun pedang kolowelang, merupakan senjata andalan yang digunakan untuk melawan senjata modern pasukan Belanda. Juga bende yang sekaligus digunakan untuk alat musik beladiri pencak silat. “Bende ini dulunya milik Desa tetangga (Sumongari), kemudian dijual dan dibeli warga Jatirejo,” jelasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI