Emosi Tertata, Kesusastraan Bisa Membuat Orang Bijaksana

PERAN kesusastraan luar biasa, kesustraan bisa membuat orang yang membacanya menjadi bijaksana. Cerdas dan bijak halus budi pekertinya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara SH MHum ketika memberikan sambutan HUT ke-1 Pasbuja Kawi Merapi Sleman, di kantor Dinas Kebudayaan Sleman, Sabtu (7/12/2019).

"Dalam memajukan kebudayaan, pemerintah butuh peran serta masyarakat untuk membantunya," kata Aji Wulantara. Memang ada dana dari Dana Keistimewaan, tetapi tidak mencukupi kalau untuk menangani semuanya.

Kepada masyarakat yang berniat melestarikan dan mengembangkan seni tradisi, pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan bisa membantu terkait sarana dan prasarana. Salah satu di antaranya pendapa yang saat pertemuan berlangsung, sedang direnovasi. Masyarakat bisa menggunakan untuk kegiatan kebudayaan.

Acara HUT ke-1 Paguyuban Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Pasbuja Sutopo Sugihartono  diserahkan kepada anggota termuda Alexandra Indriyanti. Pasbuja sendiri lahir 30 November 2018. Pada kesempatan syukuran HUT pertama itu, beberapa anggota Pasbuja tampil mengisi acara dengan membaca geguritan Maria Widy Aryani dan Titian Pinta Sutarti kemudian 'pethilan' cerita wayang oleh Waris.

Sutopo dalam laporannya menyebutkan, Pasbuja lahir bermodal tekad. Meskipun baru berumur satu tahun, sudah berhasil menyelenggarakan beberapa workshop. Antara lain workshop penulisan novel dalam bahasa Jawa sampai dua gelombang, kemudian workshop penulisan cerkak, geguritan dan esai. Demikian pula workshop tembang dolanan anak.

Penyelenggaraan workshop penulisan tidak bisa lepas dari kegiatan Dinas Kebudayaan DIY yang menyelenggarakan lomba penulisan novel, dan penyusunan antologi cerkak, geguritan dan esai. Kegiatan workshop mendapat sambutan baik dari masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penulisan sastra Jawa. Kenyataannya, beberapa anggota Pasbuja berhasil dalam penulisan novel Jawa dan banyak anggota Pasbuja yang naskahnya lolos di tiga antologi terbitan Dinas Kebudayaan DIY.

Pada kesempatan itu Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana, dan Prasarana Kebudayaan Dinas Kebudayaan Sleman Wasito SS MAP menjelaskan tentang Nomor Induk Kebudayaan (NIK) bagi paguyuban kesenian dan kebudayaan yang ingin mendapatkannya. Kemudian tanggungjawab bagi komuntias kebudayaan yang sudah mendapat NIK untuk menunjukkan kegiatannya.(War)

BERITA REKOMENDASI