Festival Seni Gugus Bagong 2020 Jadi Ruang Dialog dan Transfer Ilmu

FESTIVAL seni pertunjukan Gugus Bagong kembali digelar pada 18 – 21 November 2020, tujuan diselenggarakanya agenda seni dua tahunan ini sebagai ruang dialog seni pergerakan Gugus Bagong dalam merefleksikan perjalanan pemikiran dan transfer pengetahuan, sekaligus memproyeksikan masa depan seni pertunjukan.

Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja Jeannie Park menjelaskan, pelaksanaan Gugus Bagong 2020 akan berbeda dari tahun lalu, tahun ini dilaksanakan secara online namun spirit akan terus ada dan tidak berubah. Dari festival ini juga diharapkan semangat dari Bagong akan terus ada. “Kami percaya bahwa festival ini tidak hanya tentang menampilkan karya seni, tetapi juga tempat untuk interkonektivitas dan pertukaran yang mendalam. Saya sangat senang karena Gugus Bagong bisa menjadi ruang inkubasi bagi para seniman dan berharap pengalaman ini dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan kreatif mereka. Atas semangat kolaboratif dan antusiasme mereka untuk melangkah keluar dari kotak,” tutur Jeannie.

Mengusung tema besar “Transisi”, dalam seni pertunjukan yang bermakna ragam pengertian, ide, pandangan dan moda artistik serta bermacam cara untuk menampilkan karya yang akan dihadirkan. Shohifur Ridho selaku kurator seni pertunjukan mengatakan, dirinya mencoba memaknai transisi sebagai satu perspektif menjadi momen untuk beradaptasi. Transisi juga bisa dimaknai saat ini segalanya bisa dilakukan dari rumah berbeda dari sebelumnya yang biasa ditemui atau dilakukan dijalanan.

BERITA REKOMENDASI