Ikuti Naluri Rasa, Sanggar Seni DuaAtap Dibentuk

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sanggar Seni DuaAtap, sebuah sanggar yang berada di perbatasan Magelang-Yogyakarta tepatnya di Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang. Berawal dari kegiatan-kegiatan kecil di kampungnya, hingga pada akhirnya menjadi latihan tari dan karawitan rutin secara cuma-cuma bagi warga kampungnya. Respon yang bagus dari masyarakat menjadikan Sanggar DuaAtap semakin dikenal luas di wilayah kabupaten hingga luar daerah.

Ria Ayu Wahyuni, SSn adalah sosok dibalik berdirinya Sanggar DuaAtap tersebut. Perempuan jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2013 yang juga merupakan salah satu pengajar di LKP Natya Lakshita Didik Nini Thowok tersebut, sukses menggarap berbagai pertunjukan di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya. “Selama Pandemi ini kami menjalankan kelas dengan sistem daring atau online. Kebetulan kegiatan sanggar ada Tari, Karawitan dan Melukis,” kata Ria, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, dirinya bersama sang suami yang kebetulan seorang wartawan, penyiar radio dan juga seniman karawitan itu, mulai mengembangkan kegiatan Sanggar DuaAtap mulai dari bawah. Dari sebelum mempunyai gamelan sendiri dan kostum sendiri, hingga sekarang sudah memilikinya. “Alhamdulillah untuk kostum kami sudah memiliki, walaupun juga sering ketika ada pertunjukan kami menggandeng temen-temen kami yang mempunyai koleksi kostum lebih banyak. Diantaranya adalah ditempat Mbak Jum Friday, Mbak Fitri Juragan Kostum dan Mbak Ida Morsent Studio,” ungkapnya.

Disampaikan, untuk kelas tari, karawitan maupun melukis dirinya gratiskan untuk masyarakat Desa Ngluwar. Namun diberlakukan iuran bulanan untuk operasional sanggar kepada siswa yang berdomisili di luar Desa Ngluwar. “Alhamdulillah Kecamatan Ngluwar memberikan fasilitas berupa pendopo untuk latihan tari. Jadi untuk masyarakat Desa Ngluwar kami gratiskan. Namun untuk yang berasal dari luar wilayah Desa Ngluwar kami kenakan iuran bulanan, sekedar untuk operasional sanggar,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI