Jokpin: Perlu Lebih Banyak Perspektif Perempuan dalam Puisi Bertema Cinta

SLEMAN, KRJOGJA.com —Penyair Joko Pinurbo (Jokpin) menyatakan selama ini, persepsi dalam khazanah puisi bertema cinta di Indonesia terlalu banyak didominasi oleh karya penyair lelaki dalam pandangan yang maskulin. Hal itu disampaikan saat ia mengupas puisi kara Susyilona dalam 'Kehilangan-Kehilangan yang Baik' (KKyB), Sabtu (16/11/2019) malam.

“Kita perlu lebih banyak perspektif perempuan dalam tema cinta!” tegas Joko Pinurbo. Adapun karya Susyi menjadi salah satu antitesanya. Puisinya ditulis dalam bahasa dan sudut pandang yang tidak timpang gender, bahkan Jokpin menyebutnya sebagai ambiguitas yang jelas.

Perspektifnya mewakili kekosongan ruang dalam ranah sastra puisi Indonesia, yakni perspektif perempuan.

Menurut Jokpin, ia melihat kehadiran puisi-puisi Susyi sebagai terobosan baru yang segar. Apa yang dibahas dan dituangkan Susyi merupakan pengalaman yang objektif, tidak hanya dialami perempuan atau lelaki saja. Tapi setiap orang pernah atau akan mengalami fase-fase dalam antologi puisi Susyi tersebut.

“Puisi ini bukan lagi puisi Susyillona. Tapi mewakili puisi orang yang merasa terwakili oleh karya-karyanya juga,” lanjutnya. Selain melihat dari perspektif kepekaan dan keterwakilan rasa, Jokpin juga melihat adanya angin segar yang dibawa Susyi melalui buku barunya.

kupas tuntas perspektif puisi dalam diskusi buku Kehilangan-kehilangan yang Baik (KKyB). Berlokasi di Kopi Aksara, Jokpin bersama Bernando J Sujitpo (BJ) membedah karya dari penyair Susyilona, pada Sabtu(16/11) malam.

Sebelum diskusi dimulai, acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Aliya Noveliya, Caca, dan musikalisasi puisi Arco Transept. Diskusi buku dimulai dengan melihat perspektif Bernando selaku editor KKyB, atas antologi puisi Susyillona tersebut. BJ mengawali sesinya dengan menyatakan bahwa karya perempuan kelahiran 8 Maret tersebut merupakan puisi yang tidak kosong.

“Puisi ini bukan hanya karena bacaan penulis saja yang luas, tapi ini kuat dan memiliki renungan yang baik,” pujinya. BJ juga menyampaikan apresiasi dengan menyebut bahwa karya semacam ini akan memiliki nafas yang panjang dan dibaca banyak orang. (Ika Nur Khasanah/KR Academy)

 

BERITA REKOMENDASI