Kamus Bahasa Lampung – Indonesia Terus Disempurnakan

BANDAR LAMPUNG, KRJOGJA.com – Kamus Bahasa Lampung-Indonesia semakin disempurnakan. Oleh karena itu Kantor Bahasa Provinsi Lampung melanjutkan kegiatan inventarisasi kosakata Bahasa Lampung.

“Pada September tahun 2021 ini kami kembali berhasil menginventarisasi kosakata Bahasa Lampung sebanyak 1867 kosakata yang kami ambil dari Kabupaten Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Utara,” kata Kepala Kantor Bahasa Lampung, Dr. Eva Krisna, M.Hum dalam laporan tertulisnya, Selasa (19/10/2021).

Hasil inventarisasi kosakata tersebut lanjut Eva telah dibahas dalam lokakarya yang melibatkan 30 peserta dari kalangan guru bahasa Lampung, tokoh adat, dan penutur jati bahasa Lampung se-Kota Bandar Lampung. Para penyaji pada kegiatan tersebut merupakan penutur jati bahasa Lampung seperti Akhmad Ikhwan B., Ed(hons)., M.T.I (dosen Universitas Mitra Indonesia), Badar Rohim, S.Pd. (guru Bahasa Lampung SDN 6 Marga Punduh, Pesawaran), Zainudin, M.H (Dosen Universitas Bandar Lampung) Ridwan Hawari, M.M (tokoh adat di Kabupaten Tanggamus) dan Dr. Junaiyah H.M (ahli bahasa Lampung).

“Dari hasil lokakarya tersebut, nantinya kosakata yang layak akan di usulkan masuk dalam KKBI,” jelasnya.

Kamus dwi bahasa Lampung-Indonesia itu sendiri disusun sejak 2009 hingga 2020. Kamus tersebut memuat kurang lebih 4500 lema bahasa Lampung dengan lema-lema bahasa Lampung dialek A dan bahasa Lampung dialek O. Eva menyebut sepanjang 2009 hingga 2020, Tim Kamus Kantor Bahasa Provinsi Lampung terus bekerja untuk menyempurnakan kamus tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan Inventarisasi Data Kosakata. Inventarisasi Data Kosakata dilakukan dengan cara mewawancarai penutur jati bahasa Lampung di berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Data hasil Inventarisasi Data Kosakata kemudian diolah sedemikian rupa kemudian diverifikasi kepada sejumlah pakar dan penutur bahasa Lampung melalui kegiatan Lokakarya ‘Hasil Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah’. Meskipun masih jauh panggang dari api, pada tahun 2020 Kantor Bahasa Provinsi Lampung diakui Eva telah merampungkan proses revisi. Di antaranya adalah dengan menyempurnakan definisi, mencantumkan kelas kata, memperbaiki contoh kalimat, menyinkronkan penulisan kata dengan lafal tertentu, seperti puakhi dan puaghi yang kami tulis puari, serta menambahkan lema dan sublema.

“Akhir 2020 Kantor Bahasa Provinsi Lampung mencetak kamus tersebut dalam jumlah yang terbatas. Meskipun demikian, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Kantor Bahasa Provinsi Lampung untuk menyebarluaskan kamus ini agar dapat digunakan oleh masyarakat,” tukasnya.

Guna memudahkan masyarakat untuk menggunakan kamus Bahasa Lampunh-Indonesia tersebut, Kantor Bahasa Lampung tidak hanya menerbitkan kamus dalam versi cetak. Tetapi mulai tahun 2021 ini juga menyajikan Kamus Lampung-Indonesia dalam versi daring yang disematkan di laman Kantor Bahasa Provinsi Lampung serta dalam versi aplikasi yang bisa diunduh oleh pengguna android.

BERITA REKOMENDASI