Kesenian Daerah Butuh Perhatian dan Dorongan Pemerintah

KAWASAN Monumen Umum Serangan 11 Maret akhir pekan lalu dipadati mahasiswa dari berbagai daerah. Didukung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY dan bekerja sama dengan IKPM (Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa) DIY, acara bertajuk 'Selendang Sutra' ini dilaksanakan dari tanggal 26 November – 1 Desember 2018. Dan acara puncaknya, IKPM DIY menggandeng anggota IKPM lainnya yang berasal dari berbagai daerah dan berdomisili di Yogyakarta. 

Sebelumnya, Selendang Sutera terlebih dahulu diawali dengan kemah budaya yang juga diikuti oleh mahasiswa perwakilan dari berbagai IKPM. Kemah budaya dilaksanakan selama lima hari sejak 19 November – 23 November 2018 di Desa Wisata Pulesari, Sleman. Selendang Sutera sendiri ternyata memiliki kepanjangan sebagai 'Semarak Legenda Suku Nusantara'.

Tidak heran jika kemudian berbagai penampilan yang disajikan merupakan kesenian yang memiliki latar belakang berupa legenda dari masing – masing wilayah. Dalam penutupannya ada enam penampilan, masing – masing dari IKPM Provinsi Banten, Jambi, Sulsel, Lampung, Gorontalo, dan Bali. Serta penampilan spesial dari tuan rumah, yaitu Sanggar IKPMDI.

“Seandainya setiap acara kemahasiswaan selalu dapat dukungan seperti ini pasti bakal lebih menarik,” ujar Ridwan (22), salah seorang mahasiswa asal Lampung saat memberikan tanggapan sekaligus harapan atas Selendang Sutera.  

Adalah sebuah apresiasi terhadap rekan – rekan mahasiswa yang masih menjunjung tinggi kebudayaan dari daerah masing – masing meskipun berada di tanah rantau dan di tengah jaman yang banyak terpengaruh oleh budaya barat. Dukungan dari pemerintah setempat maupun dari pemerintah daerah masing – masing tentu menjadi poin tersendiri dalam hal dukungan moral dan finansial.  

Meskipun acara dimulai cukup malam, namun antusias penonton yang didominasi oleh mahasiswa dari berbagai daerah yang belajar di Yogyakarta tetap tinggi. Tidak hanya mahasiswa, tempat duduk penonton juga banyak dipadati rombongan keluarga. Acara berlangsung meriah dengan banjir tepuk tangan. (Mutiara Chika/UIN) 

BERITA REKOMENDASI