Ketoprak Dangsek Cepetan, Cerita Perjuangan Warga Pegunungan Kebumen

SALAH SATU ikon seni tradisional asli Kebumen bernama Dangsak atau Cepetan. Pergelarannya seperti ketoprak, tetapi dialog menggunakan bahasa Jawa dialek Kebumen yang ngapak, ditambah Tarian Cepetan. Semua pemainnya menggunakan topeng, sehingga disebut Cepetan. Sedang ceritanya tentang perjuangan rakyat Kebumen di pegunungan dalam melawan ‘onderneming’ atau penguasa perkebunan zaman penjajahan Belanda.

“Ceritanya tidak pakem, tentang perjuangan rakyat pegunungan di Kebumen bagian utara, dalam melawan kesewenang-wenangan penguasa perkebunan,” tutur Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo kepada KRJOGJA.com, Sabtu (2/1/2020).

Pekik menulis naskah Dangsak berjudul ‘Reksa Mustika Bumi’ sekaligus menyutradarainya untuk pergelaran di Pekan Raya Pameran Pembangunan (PRPP) Jateng Fair 2020. Durasi pergelaran sekitar 120 menit melibatkan 30 orang pemain. Iringan gamelannya lengkap dari SMP Taman Dewasa Tamansiswa Cabang Kebumen.

BERITA REKOMENDASI