Komunitas Kebaya Indonesia Ajak Perempuan Lestarikan Kebudayaan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) Korwil DIY menggelar pertemuan perdana usai pembentukan dan pengukuhan pengurus beberapa minggu lalu. Pertemuan yang digelar di kawasan Tirtodipuran Yogyakarta ini membahas agenda kedepan yang akan dilaksanakan oleh komunitas serta deklarasi pengurus baru.

"Kita punya visi misi, agenda kedepan tentu kita akan melaksanakan itu, yang paling dekat adalah pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan wanita agar berdaya," kata Ketua 2 KKI Korwil DIY, R Ngt T Mawar Dyah Kusumowati.

Selain menjaga budaya pakaian kebaya tetap lestari di Indonesia, komunitas ini juga fokus untuk meningkatkan kemampuan wanita dalam mandiri secara ekonomi. Pelatihan-pelatihan yang akan diberikan pun berkaitan dengan kemampuan mengelola dan menciptakan ekonomi baik untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Hingga saat ini, Komunitas Kebaya Indonesia ini telah ada di hampir 20 korwil yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Untuk DIY saat ini sudah ada lebih dari 100 perempuan yang ikut tergabung dalam KKI.

Kedepan selain agenda memberdayakan perempuan, KKI milenial juga akan digaungkan. Tujuannya tak lain untuk memperkenalkan budaya kebaya kepada generasi muda perempuan di Indonesia.

"Selama ini kebaya identik dengan ibu-ibu. Kedepan kita akan gaet para milenial untuk bergabung dan mengenal budaya kebaya," tambah Ketua 1 KKI Korwil DIY, Sinta Ravitasari.

Founder dan Pimpinan Pusat Komunitas Kebaya Indonesia, Erna Setiyaningrum menambahkan, untuk mendorong budaya kebaya dan memberdayakan perempuan melalui komunitas ini pihaknya telah bersinergi dengan berbagai instansi dan pemerintahan baik pusat maupun daerah. Pihaknya telah siapkan lebih dari 40 mentor yang siap memberi ilmu ke setiap korwil.

“Kami juga sudah melakukan kerjasama baik dengan universitas, kedutaan besar termasuk pemerintah pusat dan daerah serta dinas terkait untuk melestarikan budaya kebaya dan mendukung event-event kebaya atau budaya," jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI