Kreasi Seniman Internasional di Tepi Sungai

SESEKALI harus menahan nafas karena melihat aksi yang mendebarkan. Tapi, acap kali pula decak kagum diikuti pekik semangat dan siulan menandakan puas.

Itulah yang terjadi saat sejumlah seniman dari berbagai daerah dan sejumlah negara tampil di ajang Bedog Arts Festival (BAF) VIII di Studio Banjarmili Kradenan Banyuraden Gamping Sleman, Sabtu (28/10/2017) malam. Kegiatan bertaraf internasional melibatkan seniman dari Amerika Serikat, Kostarika, Jerman, Belanda dan lainnya ini masih akan berlangsung hingga, Minggu (29/10/2017).

"Setelah beberapa tahun penyelenggaraan, tentunya kami dapat lebih maksimal dalam mempersembahkan kegiatan ini," tutur Direktur BAF, Dr Martinus Miroto sela acara.

Menurut Miroto, banyak penampilan spesial dalam gelaran BAF VIII yang mengangkat tema 'Kreativitas dalam Keberagaman' ini. Namun begitu, panggung pentas masih tetap menggunakan sisi kanan-kiri bantaran Sungai Bedog yang berada di samping Studio Banjarmili.

Desir kekhawatiran sering muncul saat seniman beraksi di atas jembatan yang memang ditempatkan di atasa aliran Sungai Bedog. "Takutnya jatuh terpeleset," kata Aulia (20), salah satu penonton yang tidak henti memberi apresiasi.

Namun, seringkali pula seniman-seniman tersebut menuruni bibir sungai yang licin. Suasana bantaran sungai yang biasanya sepi dan kadang dikatakan angker oleh sebagian masyarakat, terlihat sangat menawan dengan tata artistik yang ditampilkan. Bahkan, ratusan hingga ribuan penonton terus memadati lokasi pentas meski harus berdesak-desakan.

Pada penampilan Minggu (29/10/2017) ini, mulai pukul 13.00 WIB akan hadir Jatilan Gagak Rimang. Dilanjutkan mulai pukul 19.30 WIB akan tampil Salawatan serta pentas seniman dari Malang, Kalimantan, Indramayu Jawa Barat, Kamboja, Kosta Rika, Yunani, Spanyol serta Singapura. (Feb)

 

BERITA REKOMENDASI