Lestarikan Budaya, Tari Lengger Tapeng Bakal Digelar Reguler

TERKENAL dengan pemandangan alamnya yang indah dan dikelilingi hamparan hijau kebun teh, Desa wisata Nglinggo Pagerharjo Samigaluh Kulonprogo menyimpan sejuta pesona alam dan budaya leluhurnya. Salah satunya Tari Lengger Tapeng, tarian langka ini sudah ada sejak tahun 1915 dan kini telah memasuki generasi atau pewaris keempat.

Lengger Tapeng berasal dari kata Lengger yang berarti seni pertunjukan atau tarian rakyat dan Tapeng diambil dari kata topeng. Tarian ini tidak hanya semata-mata sebagai seni hiburan saja, namun sarat dengan sifat keagamaan. Pada awalnya Lengger Tapeng dikenalkan kepada masyarakat setempat sebagai sarana penyebaran agama Islam. Seiring perkembangan jaman, Lengger Tapeng juga sebagai penebus nadar bagi masyarakat Nglinggo yang mempunyai hajat atau dikenal dengan istilah Nawung Gati. Tarian langka ini dibawakan oleh penari perempuan dengan menggunakan kostum kemben dan penari laki-laki yang menggunakan topeng.

Kesenian ini disebut langka karena hanya dipentaskan di saat-saat tertentu termasuk salah satunya dalam acara kaul/hajatan dan biasanya digelar pada malam hari. Karena durasi tariannya panjang bisa memakan waktu hingga semalam suntuk. Namun kini durasinya lebih menyesuaikan dan tidak menutup kemungkinan dipentaskan pada saat pagi hari atau siang hari.

BERITA REKOMENDASI