Melawak Ala ‘Baskom’

YOGYA, KRJogja.com – Sebanyak 25 murid Bocah Ajar Seni Komedi (Baskom)  berdandan mandiri sesuai dengan karakter yang mereka inginkan.  Menggunakan pakaian dan peralatan make up masing-masing didampingi oleh 2 instruktur pada Selasa Wage (27/8/2019) di depan Parkir Museum Benteng Vredeburg.

“Kami ingin melihat keluguan anak-anak tampil apa adanya tanpa instan, tanpa kita bentuk tapi mereka punya dasar-dasar akting yang kuat, justru kelucuan mereka karena apa adanya, yang paling penting adalah tampil di muka umum” ujar Tulis selaku instruktur Baskom.

Baskom merupakan salah satu program Art For Children (AFC) dari Pemerintah Kota Yogyakarta lewat Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Unit Pelaksana Teknis Taman Budaya.

Sebanyak 400 anak mulai dari SD sampai SMP sudah terdaftar dari berbagai cabang seni yang ada di AFC untuk belajar sesuai dengan minat secara gratis tanpa tidak dipungut biaya Diharapkan dengan adanya Komedi anak sebagai regenerasi dagelan mataram.

 “AFC diselenggarakan sebagai regenerasi cabang seni yang ada di DIY, karena jika tidak ada regenerasi akan kekurangan pelaku seni, maka dari itu kita lakukan sejak dini”  ujar Suroyo selaku Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Kebudayaan Taman Budaya Yogyakarta.

Salah seorang murid Baskom Nanda mengatakan ketertarikanya mengikuti program Baskom karena unik. “Menarik aja dari judulnya Baskom gunanya untuk masak nah ini artinya bocah ajar seni komedi nah aku pengen belajar seni komedi biar besok bisa jadi pelawak” kata Nanda.  (Maria Tyas / Magang KR)

 

BERITA REKOMENDASI