Melepas Rindu dan Nostalgia di Rumah Kenangan

RUMAH adalah tempat terbaik untuk kembali. Sebagai ruang bernostalgia maupun untuk melepas rindu. Bisa jadi, inilah salah satu pesan yang ingin disampaikan dalam pementasan teater daring yang tayang dalam bentuk film garapan Bakti Budaya Djarum Foundation dan Titimangsa Foundation bertajuk “Rumah Kenangan” Sabtu, (15/8) lalu.

Pertunjukan ini adalah produksi ke-36 dari Titimangsa Foundation. “Rumah Kenangan” adalah sebuah pementasan teater yang dilakukan tanpa penonton dan dialih mediakan ke dalam bentuk film atau disebut juga cinema play. Rekaman pementasan ini kemudian ditayangkan secara langsung di www.indonesiakaya.com. “Rumah Kenangan” adalah kisah tentang 6 manusia dengan beragam karakter yang diikat karena persaudaraan. Disebabkan pandemic Covid-19, mereka semua terpaksa berada di satu rumah bersama setelah sebelumnya berpencar. Ternyata segala yang selama ini terpendam, terbuka secara perlahan di dalam sebuah rumah kenangan.

Produksi ini diproduseri oleh Happy Salma dan Butet Kartaredjasa. Ide cerita dicetuskan oleh Happy Salma dan naskah ditulis oleh Agus Noor. Agus Noor juga yang menyutradarai pementasan ini. Pementasan ini mengumpulkan nama-nama pemain yang berdedikasi di film dan teater, yaitu Butet Kartaredjasa, Ratna Riantiarno, Happy Salma, Susilo Nugroho, Reza Rahadian dan Wulan Guritno.

Meski dikemas denga tema serius drama keluarga, namun sisipan humor khas serta sentuhan segar dari para pemain mampu menghadirkan tontonan yang berkelas. Sebut saja adegan menari oleh Mutiara, diperankan Happy Salma serta dan Wulan Guritno yang dipercaya berlakon sebagai Mona. Juga, adegan Reza Rahadian yang berperan sebagai Rendy, dalam menunjukkan kebolehan menyanyinya.

BERITA REKOMENDASI