Padukan Unsur Dekoratif dan Abstrak yang Sarat Makna

KARYA lukisan seniman Supantono Suwarno dipamerkan dalam sebuah pameran tunggal bertajuk 'The Journey of Retrospection #2' di Gallery Prawirotaman Hotel Yogyakarta. Pameran akan berlangsung selama satu bulan penuh 2 September-2 Oktober dengan memamerkan 50 lukisan karya Supantono.

Meskipun Supantono pernah menggelar pameran tunggalnya sebanyak 13 kali, namun pameran ke-14 ini terasa sangat istimewa, karena dilakukan untuk pertama kali setelah memutuskan pensiun dini sebagai guru seni lukis dan memilih fokus melukis. Keputusan pensiun dini ini, diakui Supantono karena melukis butuh konsentrasi dan tidak bisa disambi. Apalagi telah berhasil mengembangkan ciri khusus dalam lukisannya yaitu perpaduan seni lukis dekoratif dengan seni lukis abstrak. 

"Saya berani pensiun dini karena berhasil menemukan style baru dalam lukisan saya," terang Supantono usai pembukaan pameran, Sabtu (2/9) malam.

Dijelaskan Supantono, gaya dekoratif (realis) dalam lukisannya diwakili dengan bentuk flora, binatang, manusia dan alam benda pada bagian objek pokok. Sedangan gaya abstrak terlihat dari garis cipratan yang spontan, ekspresif dan dinamis dengan sedikit pemberian bayangan pada bagian garisnya agar seperti 3 dimensi.  "Inilah nilai kebaruan secara konsep maupun fisik yang menjadi ciri khas lukisan saya," kata mantan guru seni lukis SMSR Yogya ini.

Salah satu karyanya diberi judul 'The Massage of Piece' atau pesan perdamaian yang ditunjukkan dengan gambar merpati serta padi yang melambangkan kemakmuran bersama. (Dev)

BERITA REKOMENDASI