Pameran Kaligrafi di Langit Art Space

YOGYA (KRjogja.com) – Langit Art Space menyelenggarakan Pameran Kaligrafi Nusantara : Waktu dan Lelaku dengan  menghadirkan karya-karya A. Mustofa Bisri, A.D. Pirous, Nasirun, Saiful Adnan, Zulkarnaini, Robert Nasrullah, Sidik W. Martowidjojo, Imam Chairul Basri, Hendra Buana, Abay D. Subarna, Edi Dolan, Agus Kamal, dan Yetmon Amir. 

Pameran yang berlangsung dari 28 September hingga 28 Oktober 2016. Pameran dibuka oleh Emha Ainun Nadjib serta diramaikan penampilan  Kiai Kanjeng dan Bregodo Wirosobo.

Menurut Anzieb, selaku kurator, subyek kaligrafi dalam pameran ini  tidak sebatas pada eksplorasi dan ekspresi kecenderungan umum (tidak hanya kaligrafi Arab), tapi lebih kaya dengan menekankan pada kaligrafi aksara-aksara Nusantara; seperti Pallawa, aksara Jawa kuno (kawi), Jawa baru (Hanacaraka), Bali, Sunda kuno, Sasak, Batak, aksara Rejang, aksara Kerinci dan lain sebagainya (termasuk) belakangan kedatangan aksara China dan Arab — bahwa salah satu pertanda suatu peradaban adalah aksara.

"Karena itu, memaknai kaligrafi disini bukan semata-mata hanya menulis indah yang dipakai untuk keperluan profan sebagai seni visual publik, tradisi, modern maupun sepenuhnya eksperimental tapi lebih pada esensinya," tegas Anzieb.

Anzieb menjelaskan pameran kaligrafi yang disajikan Langit Art Space ini secara subtantif – utamanya adalah menekankan pendalaman-pendalaman ‘esensi’ karya dari beragam aksara yang ada di Nusantara. Yakni menekankan bahwa ia membawa laku. Adalah sebuah ‘pusaka’ karena berisi energi-energi kebaikan. Transendensi itu adalah suatu keniscayaan, ke-tauhid-an, ruang kontemplasi batin yang merasuk ke dalam laku kehidupan seseorang (senimannya sendiri) maupun bagi orang lain.  (*)

BERITA REKOMENDASI