Pameran “Salam dan Bahagia” 100 Tahun Tamansiswa, Diikuti 90 Perupa 110 Karya

Editor: Ary B Prass

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Seni rupa merupakan salah satu subsektor dalam ekonomi kreatif yang menarik untuk dikedepankan. Tentu saja, seni rupa memiliki potensi besar jika dilihat dari kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, hingga potensi pasarnya. Tidak jarang, seni rupa karya seniman tanah air membawa nama Indonesia ke tingkat internasional. Bisa dilihat dari banyaknya pameran seni rupa di Indonesia, salah satunya pameran “Salam dan Bahagia” dalam rangka 100 Tahun Tamansiswa, yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dari 14 – 30 Desember 2021.

Pameran seni rupa “Salam dan Bahagia” menjadi salah satu wadah alumni seni rupa lintas angkatan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang merangkul 90 perupa dengan menyodorkan 110 karya.

Menurut kurator Ki Hajar Pamadhi karya rupa yang diekspresikan kali ini terbagi dalam tiga ranah ekspresi yakni, Representational Srt, Ornamentism Art dan Non-representtional Art yang bisa dilihat pada karya Tri Joko Purnomo berjudul “Sukarno dan Ki Hadjar Dewantara”, Dewobroto dalam “Sahabatku Gajah Hijau dan Merah Putih”, Mulato Suprayogi dalam “Juru Kunci”, Agus Almakin dalam “Hasil Bumi”, dll.

“Ki Hadjar Dewantara pernah bertuah bahwa pendidikan itu mengolah rasa dan pikiran sehingga mewujudkan karya yang berbasis ungkapan rasa,” jelas Ki Hajar Pamadhi.

BERITA REKOMENDASI